Bolehkah Menambahkan Madu Sesukanya ke Dalam Makanan?

Raka Lestari    •    Rabu, 25 Oct 2017 17:22 WIB
tips kesehatan
Bolehkah Menambahkan Madu Sesukanya ke Dalam Makanan?
(Foto: Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang menganggap madu sebagai pemanis yang sehat, atau bisa dijadikan alternatif dari gula sebagai pemanis rendah kalori. Namun, benarkah Anda dapat menambahkan madu sesukanya kedalam makanan?

Angela Lemond, ahli diet dan gizi terdaftar di Texas memperingatkan bahwa meskipun madu termasuk bahan alami, tidak berarti bahwa kita bisa menganggapnya sebagai pengganti gula. "Madu dianggap sebagai gula tambahan jika Anda mengonsumsinya," ujar Lemond.

"Anda bisa dengan mudah menambahkan madu, apalagi ketika Anda menambahkannya kedalam smoothies, oatmeal, atau resep lainnya dan tidak mengukurnya terlebih dahulu," ujar Torey Armul, R.D., ahli diet dari Ohio.

"Cukup sulit mengukurnya apalagi jika Anda menambahkannya secara langsung dari botol, dan kandungan gula dapat bertambah dengan cepat."

Armul mengatakan terlalu banyak mengonsumsi madu bisa menyebabkan kenaikan berat badan, diabetes, dan kerusakan gigi.

"Terdapat kandungan fruktosa yang cukup banyak dalam madu," kata Sonya Angelone, R.D.N, ahli nutrisi dari California. Fruktosa diketahui dapat menyebabkan perut penuh dengan gas dan terasa kembung, serta meningkatkan  indeks glikemik.

"Yang paling penting adalah dengan memperhatikan porsi dan batas gula tambahan per hari," ujar Armul.

American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi tambahan gula sampai 6 sendok teh atau kurang per harinya. "Jika Anda mengikuti panduan AHA, itu berarti sekitar satu setengah sendok madu per hari, atau 10 sendok makan madu per minggu." ujar Armul.

Harus diingat, bahwa madu juga merupakan jenis gula, sama seperti jeni-jenis gula lainnya. Sehingga tetap harus memperhatikan porsi dalam mengonsumsinya.




(DEV)