Studi: Merokok Vapor Lebih Berbahaya Dibandingkan Tembakau

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 21 Sep 2017 19:16 WIB
studi kesehatan
Studi: Merokok Vapor Lebih Berbahaya Dibandingkan Tembakau
(Foto: bu.edu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak sedikit orang yang beralih ke rokok vapor untuk menghilangkan kebiasaan merokok dengan tembakau. Namun, menurut sebuah penelitian, remaja yang menghirup rokok elektrik memiliki risiko berbahaya dua kali lipat dibandingkan rokok tembakau.
 
Rokok elektrik atau vapor adalah alat berbaterai yang memanaskan cairan hingga berubah menjadi uap dan bisa dihirup. 
 
Para peneliti dari University of Waterloo di Kanada menemukan bahwa para siswa kelas 7 hingga 12 yang merokok vapor berisiko 2,16 kali lipat lebih rentan dibandinkan mereka yang merokok biasa. 
 
Menurut data dari Canadian Student Tobacco, Alcohol and Drugs Survey, sekitar 10 persen dari siswa sekolah menggunakan rokok vapor, yang dianggap dapat menghilangkan kebiasan merokok. 
 
"Sejak rokok vapor dipasarkan, ada banyak perdebatan apakah penggunaan ini dapat berpengaruh pada kebiasaan merokok. Pada remaja, hasilnya positif," ujar Bruce Baskerville dari University of Waterloo.
 
Rokok vapor juga mengandung nikotin, namun kandungan berbahaya di dalamnya tak sebanyak rokok tembakau seperti TAR atau karbon monoksida.
 
"Sementara bukti awal menunjukkan bahwa rokok vapor mengandung lebih sedikit bahan kimia beracun daripada rokok tradisional, temuan kami menunjukkan bahwa potensi peningkatan penggunaan rokok yang berbahaya dapat terjadi karena penggunaan rokok terus meningkat di kalangan populasi remaja," papar Baskerville.
 
 



(DEV)