Obesitas Saat Kecil Tingkatkan Risiko Penyakit Pinggul

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 11 Jul 2017 12:38 WIB
studi kesehatan
Obesitas Saat Kecil Tingkatkan Risiko Penyakit Pinggul
(Foto: Huffington Post)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko penyakit pinggul saat dewasa, sebuah kondisi yang membuat kualitas hidup menurun.

Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE) adalah gangguan pada pinggul yang paling umum dialami orang dewasa. Penyakit tersebut dapat menyebabkab rasa nyeri signifikan dan berakhir dengan penggantian pinggul saat dewasa atau awal dewasa.

"Studi ini membantu kita mencoba mengerti bagaimana salah satu penyakit memengaruhi pinggul saat kecil," ujar salah satu peneliti Daniel Perry dari Institute of Translational Medicine, University of Liverpool, di Inggris.

Anak dengan SCFE mengalami penurunan dalam hal bergerak dan biasanya tak sanggup melakukan gerakan sederhana pada pinggul atau memutar pinggul ke arah dalam.

Menyadari penyakit ini sejak dini adalah hal yang  krusial agar tidak memperparah risiko terjadinya pinggul yang salah gerak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Disease in Childhood tersebut memeriksa anak-anak berusia di bawah 16 tahun dari salah satu klinik anak di Inggris yang mengidap SCFE dan melihat bagaimana catatan medis elektronik dari tahun 1990 sampai 2013.

Dengan memperhitungkan berat dan tinggi badan, para peneliti mengidentifikasikan bahwa anak obesitas cenderung lebih tinggi mengalami kondisi tersebut.

"Ini adalah bukti terbaik yang menemukan adanya hubungan antara penyakit ini dengan obesitas masa kecil dimana penyakit ini menjadi satu-satunya penyakit akibat obesitas yang menyebabkan rasa tak nyaman jangka panjang sejak kecil," pungkas Perry


(DEV)