Gangguan Pencernaan yang Kerap Muncul di Bulan Puasa

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 16 Jun 2017 13:21 WIB
kesehatan pencernaan
Gangguan Pencernaan yang Kerap Muncul di Bulan Puasa
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau lebih dikenal dengan tukak lambung umumnya terasa satu atau dua jam setelah berbuka puasa. (Foto: Sandier Pastures)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tak jarang beberapa orang mengalami gangguan pencernaan di saat bulan puasa karena perut belum dapat beradaptasi atau 'kaget'.

Umumnya, masalah tersebut berasal dari lambung dan dialami setelah berbuka puasa. Meskipun memiliki gejala yang sama, yaitu kambuh di saat selesai menjalankan puasa, ternyata ada beberap jenis penyakit yang sifatnya tak sementara, bahkan tergolong berbahaya. Apa sajakah itu?

(Baca juga: Tepatkah Pijat Tubuh Anak Saat Sakit Pencernaan?)

1. Tukak lambung
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau lebih dikenal dengan tukak lambung umumnya terasa satu atau dua jam setelah berbuka puasa. Penyakit ini dipicu oleh makanan yang mengandung rasa tertentu seperi pedas, asam, dan berlemak dimana bisa diredakan dengan menggunakan air, obat antisida, dan makanan.

"Tukak adalah pertanda ada luka pada lambung, biasanya tidak berlangsung lama hingga berjam-jam," tukas dr. Antono Sutandar, SpJK (K) selaku wakil chairman Siloam Heart Institute (IHS) dalam temu media Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Rabu (14/6/17) lalu.

2. Batu empedu
Gangguan ini muncul lebih dari dua jam setelah berbuka puasa karena konsumsi makanan tinggi lemak (terutama santan) dan tidak bisa reda begitu saja dengan menggunakan obat antisida.

"Biasanya keluhan ada di sebelah kanan lambung, bahkan sakitnya bisa menjalar sampai ke tulang belikar bagian kanan," tambah dr. Antono.

Batu empedu muncul karena empedu mengalami kekosongan karena cairan di dalamnya digunakan untuk mencerna lemak. Dalam kondisi tersebut, biasanya batu yang terdapat dalam empedu akan menutupi saluran pengubung, meskipun sering kali batu kembali jatuh ke dalam empedu. Bila tidak, maka penderita akan mengalami demam dan muncul komplikasi lain.

3. Asam lambung
Penyakit ini kerap dialami kebanyakan orang karena konsumsi makanan yang mengandung kafein, soda, lemak, asam, dan pedas. Biasanya, gangguan yang akan semakin cepat terasa jika penderita langsung tiduran setelah makan ini akan muncul dengan gejala panas di bagian dalam, rasa pahit di tenggorokan, dan batuk. Salah satu cara untuk meredakannya adalah dengan konsumsi obat-obatan antisida.

"Asam lambung sering dialami orang gemuk karena semakin gemuk seseorang, maka semakin tinggi tekanan dalam yang dialami," ungkapnya.

4. Penyakit Jantung Koroner
Penyakit satu ini memiliki gejala seperti penyakit lambung biasa, yaitu dua jam setelah berbuka puasa. Rasa tak nyaman tersebut juga bisa muncul saat beraktivitas biasa seperti naik tangga setelah makan.

Menurut dr. Antono, hal tersebut disebabkan oleh jantung yang bekerja lebih keras karena pengaliran darah ke organ darah harus naik saat seseorang sedang makan. Oleh karena itu, aktivitas setelah makan membuat jantung menjadi tertekan atau stres. Namun rasa sakit tersebut umumnnya hanya bertahan 5-10 menit setelah berhenti beraktivitas.

"Penyakit ini tidak disebabkan oleh makanan dan keluhan akan terus bertambah walau penderita sudah makan obat antisida," terangnya. 







(TIN)