Olahraga Bantu Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Asing

Nia Deviyana    •    Kamis, 24 Aug 2017 18:25 WIB
studi kesehatan
Olahraga Bantu Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Asing
Olahraga dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyerap pelajaran (Foto: New York Times)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mempelajari bahasa asing lebih mudah dilakukan ketika masih kanak-kanak ketimbang saat dewasa. Untuk memecahkan masalah ini, penelitian terbaru menemukan cara efektif untuk bagi orang dewasa agar bisa menyerap pelajaran bahasa dengan baik.

Dalam studi yang dipublikasikan diJurnal PLOS One, peneliti dari Tiongkok dan Italia menemukan bahwa olahraga sembari belajar membantu memperkuat kemampuan menghafal, mengingat, dan memahami kosakata baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, memang ada banyak bukti ilmiah yang menunjukkan hubungan positif antara berolahraga dan peningkatan kemampuan kognitif. Terbukti, siswa yang mengikuti kegiatan ektrakurikuler olahraga memiliki tes akademis yang jauh lebih baik.

Para peneliti meyakini, latihan fisik mengubah biologi otak menjadi lebih lunak, memungkinkan otak lebih mudah menyerap informasi baru. Proses ini disebut dengan istilah plastisitas.

Latihan fisik juga mendorong pelepasan beberapa neurokimia, meningkatkan jumlah sel otak baru dan hubungan antar-neuron. Efek ini meningkatkan plastisitas dan menambah kemampuan belajar.

Belajar bahasa memang hal yang menarik. Saat masih kecil, seseorang seolah menyerap dan memahami kata dengan mudah. Kita tak mesti belajar secara formal, cukup menyerap kata dan konsep.

Namun ketika dewasa, kemampuan tersebut berkurang akibat menurunnya plastisitas.

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 40 partisipan pria dan wanita di Tiongkok yang mencoba belajar Bahasa Inggris. Para partisipan memiliki fasilitas belajar yang memadai, tetapi kemampuan mereka tak kunjung meningkat.

Peneliti kemudian membagi partisipan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama belajar bahasa Inggris seperti biasanya, sementara kelompok kedua belajar sambil berolahraga dengan sepeda statis. Latihan dimulai 20 menit sebelum pelajaran, dan berlanjut 15 menit saat kelas dimulai.

Para partisipan sama-sama mempelajari kosakata selama dua bulan. Namun, kelompok kedua memiliki performa yang lebih baik. Selain lebih ahli dalam memahami kalimat yang tepat, kelompok kedua memiliki kemampuan memori yang lebih panjang untuk mengingat pelajaran dibanding kelompok pertama.

"Hasilnya menunjukkan, belajar sambil berolahraga dapat meningkatkan efektivitas dalam menyerap pelajaran," ujar Simone Suipizo, profesor psikologi dan linguistik di University Vita-Salute San Raffaele, Italia, dilansir dari New York Times.




(DEV)