Penelitian: Mual dan Muntah pada Awal Kehamilan Pertanda Baik

Torie Natalova    •    Kamis, 06 Oct 2016 11:08 WIB
kesehatan ibu
Penelitian: Mual dan Muntah pada Awal Kehamilan Pertanda Baik
(Foto: beautystylo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mual dan muntah umum dialami perempuan pada trimester pertama kehamilan. Hal ini sering dikhawatirkan karena takut janin akan kekurangan gizi. Terlebih, jika mual dan muntah yang dialami cukup parah.

Namun, untuk perempuan dengan riwayat keguguran, mual dan muntah merupakan pertanda baik.

Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan, perempuan yang pernah mengalami keguguran, dan pada kehamilan berikutnya mengalami mual dan muntah, itu berhubungan erat dengan peluang keberhasilan hamil yang tinggi. Penelitian ini melibatkan 800 ibu hamil berusia 29 tahun dengan riwayat keguguran setidaknya satu atau dua kali.

Pada umumnya, proses kehamilan berlangsung selama 40 minggu. Risiko keguguran tertinggi biasanya terjadi di trimester awal atau 12 minggu pertama kehamilan. Dan, kemungkinan keguguran lebih tinggi bagi perempuan yang telah berusia di atas 40 tahun, atau memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, lupus atau gangguan tiroid.

Dalam laporan ini, perempuan yang mendekati umur kehamilan 12 minggu, 86 persen dilaporkan mengalami mual, sementara 35 persen lainnya dilaporkan mengalami mual dan muntah. Studi ini juga menemukan bahwa mual dan muntah dikaitkan dengan 75 persen risiko lebih rendah mengalami keguguran.

Penelitian ini tidak menjelaskan mengapa perempuan yang memiliki gejala mual dan muntah cenderung berhasil menjalani 40 minggu kehamilan.

Ada kemungkinan bahwa mual dan muntah merupakan cara tubuh agar calon ibu mengubah pola makan mereka selama kehamilan. Mual dan muntah bisa juga terjadi karena lonjakan hormon.

Bagi Anda yang sedang hamil, bukan berarti mual dan muntah bisa terlepas dari risiko keguguran. Pasalnya, morning sickness yang parah seperti tidak bisa menerima makanan sama sekali, membutuhkan perawatan medis untuk memperkecil risiko komplikasi selama kehamilan dan risiko keguguran. Namun, tetap saja kondisi kehamilan dan mual juga muntah berbeda-beda pada setiap perempuan. Untuk memastikannya, silakan konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.


(DEV)