Cegah Otitis Media Pada Bayi

Yatin Suleha    •    Senin, 10 Oct 2016 10:00 WIB
kesehatan anak
Cegah Otitis Media Pada Bayi
Pemeriksaan telinga si kecil perlu dilakukan untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. (Foto: Babycenter)

Metrotvnews.com, Jakarta: Apakah pernah si kecil sakit di area telinganya setelah pilek? Jika iya, kemungkinan si kecil terkena otitis media. Infeksi telinga ini kerap berkembang setelah infeksi virus, seperti flu atau pilek. Berbahayanya penyakit ini karena bisa menyebabkan gendang telinga si kecil pecah.

Dr. Robert Soetandio, SpA, MSi, Med, dari RS Awal Bros Tangerang, Banten mengatakan bahwa otitis media akut adalah infeksi pada telinga bagian tengah (gendang telinga dan tulang-tulang telinga).

"Biasanya anak rewel, menarik-narik telinga, menangis berlebihan karena belum bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan. Namun, hal yang penting harus diperhatikan adalah adanya demam atau menunjukkan pola tidur dan perilaku yang berbeda. Terkadang disertai dengan penurunan pendengaran," jelas dr. Robert.

Bagaimana batuk dan pilek menjadi otitis media
Dr. Robert menyatakan bahwa penyebab otitis media akut adalah bakteri dan virus. Virus ditemukan sebagai penyebab sekitar 25 persen kasus. Sedangkan bakteri merupakan penyebab utama otitis media akut.

"Bakteri penyebab tersering adalah bakteri Streptococcus yang juga merupakan bakteri utama penyebab utama batuk dan infeksi saluran napas." Bakteri atau virus penyebab infeksi tenggorokan tersebut selanjutnya masuk ke telinga tengah melalui saluran eustachius. 

Saluran ini seperti saluran pipa yang menghubungkan ruangan telinga tengah dengan rongga tenggorokan bagian atas (tepat di belakang rongga hidung). Saluran ini berfungsi untuk menyamankan tekanan udara di dalam telinga dengan tekanan udara di dunia luar, serta untuk mencegah masuknya bakteri ke dalam ruang telinga. 

(Baca juga: Momen Perkembangan Bayi yang Menggemaskan)

Bakteri dan virus ini dapat menyebabkan peradangan dan menghasilkan nanah di dalam telinga tengah. Nanah tersebut tidak dapat keluar karena saluran eustachius yang tersumbat. "Semakin banyak nanah dan lendir yang terperangkap akan semakin nyeri, demam, dan menurunkan fungsi pendengaran."

Cara mengatasinya
- Saat si kecil merasa demam dan nyeri, berikan obat penurun panas atau demam seperti parasetamol, kemudian bawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

- Pemberian antibiotik dapat ditunda pemberiannya jika usia si kecil 6-24 bulan dengan kondisi tidak parah dan hanya mengenai 1 telinga saja. Namun jika setelah pengamatan diperlukan, maka pemberian antibiotik dapat dilakukan.

- Pemberian antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri penyebabnya.


Cegah dengan langkah:
1. Hindari si kecil dari orang di sekitar yang sedang terkena flu atau batuk. Berikan ASI Eksklusif.

2. Biasakan hidup sehat.

3. Jauhi paparan rokok.

4. Tunda melakukan perjalanan dengan pesawat.

5. Tunda mengajaknya berenang sampai si kecil sembuh.








(TIN)