Hiperandrogen Sebabkan Jerawat Tak Kunjung Sembuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Rabu, 31 Aug 2016 17:24 WIB
kesehatan
Hiperandrogen Sebabkan Jerawat Tak Kunjung Sembuh
(Foto: Etrebelle)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada berbagai tipe jerawat. Salah satunya, jerawat yang masuk pada tingkat parah, berwarna merah, dan sulit diobati. Kondisi yang demikian dinamakan hiperandrogen.

Hiperandrogen disebabkan oleh sekresi dari hormon androgen yang berlebihan oleh korteks adrenal atau ovarium sehingga menimbulkan beberapa ketidaknormalan pada perempuan.

Androgen adalah hormon seks laki-laki, tetapi ada juga pada perempuan meski jumlahnya sangat sedikit, yakni 1 persen. Hormon ini hanya memengaruhi beberapa bagian dalam tubuh, misalnya pada pertumbuhan rambut di area genital. Hormon androgen yang berlebih dalam perempuan biasanya terjadi karena obesitas, sehingga mengganggu kerja insulin yang bertugas memasukan gula ke dalam sel. Akibatnya, kinerja liver dalam mengingat hormon androgen dengan protein menjadi terganggu.

Salah satu ciri yang perlu diwaspadai dari hiperandrogen adalah lingkar perut yang lebih dari 88 cm, serta perbandingan lingkar pinggang dan pinggul lebih dari 0,72 dan indeks masa tubuh lebih dari 25.

"Hiperandrogen pada perempuan merupakan salah satu jenis kelainan hormonal. Salah satunya dampaknya yang paling nampak adalah timbulnya jerawat," ujar Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG (K) dalam diskusi media Your Body, Your Life, Your Choice pada Rabu (31/8/2016).

Selain jerawat, gejala klinis yang dialami penderita hiperandrogen adalah SAHA syndrome yang merupakan singkatan dari Seborrhea (peradangan kulit bagian atas), Acne (jerawat), Hirsutism (munculnya rambut pada bagian tubuh perempuan yang biasanya tidak ditumbuhi rambut), Alopecia (kebotakan) atau siklus menstruasi yang tidak teratur.

Ia menambahkan, hiperandrogen dapat memengaruhi 10-20 persen wanita pada usia produktif 15-34 tahun.


 


(DEV)