Tips Memasak Tempe dan Tahu agar Nutrisinya Tidak Hilang

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 26 Apr 2018 07:00 WIB
tips kesehatan
Tips Memasak Tempe dan Tahu agar Nutrisinya Tidak Hilang
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Kedelai adalah sumber makanan yang sudah tak asing lagi. Di Indonesia, kedelai diolah menjadi tempe dan tahu. 

Meski sudah terbiasa, sudah tepatkan cara pengolahan kedelai selama ini?

Ahli kedelai dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Made Astawan menyayangkan kebanyakan orang Indonesia mengolah kedelai dengan cara digoreng. 

"Padahal, kandungan isoflavon (pada kedelai) bisa turun banyak kalau digoreng," terangnya dalam temu media dan blogger di Jakarta, Rabu, 25 April 2018. 

Isoflavon berfungsi sebagai fitoestrogen pada wanita, membantu mencegah kegemukan, dan berperan sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.

Proses penggorengan dapat mengeluarkan minyak dalam kedelai, yang merupakan lemak tak jenuh, dan digantikan dengan minyak goreng yang biasanya terbuat dari kelapa atau sawit (mengandung lemak jenuh). 

Oleh karena itu, Prof Made lebih menyarankan mengkonsumsi kedelai dengan cara dikukus, direbus, atau dibacem. 

Selain itu, konsumsi kedelai mentah juga tak dianjurkan. Ini karena kedelai memiliki kandungan nongizi yang harus diaktifkan.

"Panas saat pengukusan, misalnya, membantu mengaktivasi kandungan nongizi tersebut sehingga lebih mudah dicerna," pungkasnya. 

Lihat video:





(DEV)