Tiga Jenis Gangguan Makan pada Wanita

Torie Natalova    •    Senin, 16 Jul 2018 07:00 WIB
kesehatan
Tiga Jenis Gangguan Makan pada Wanita
Gangguan makan atau eating disorders adalah gangguan mental yang melibatkan pola perilaku makan yang tidak sehat dan terjadi terus menerus. (Foto: Sheri Silver/Unsplash.com)

Jakarta: Sekitar 20 juta wanita di Amerika Serikat mengembangkan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia menurut National Eating Disorders Association. Ini tidak hanya terjadi di Amerika saja tapi juga di beberapa negara.

Gangguan makan atau eating disorders adalah gangguan mental yang melibatkan pola perilaku makan yang tidak sehat dan terjadi terus menerus. Menurut asisten profesor psikologi Rebecca Pearl, orang-orang dengan gangguan makan mengalami kesulitan yang mendalam tentang makan.

Perempuan dua kali lebih mungkin mengalami gangguan makan dibanding pria karena banyak perempuan ingin memiliki tubuh langsing yang sering dinilai sebagai bentuk tubuh wanita yang sempurna. Dan, ada tiga gangguan makan utama dan inilah yang harus Anda ketahui tentang gejalanya.

(Baca juga: Gangguan Makan yang Biasa Dialami Remaja)


(Sekitar 20 juta wanita di Amerika Serikat mengembangkan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia menurut National Eating Disorders Association. Foto: Courtesy of Getty images)

1. Anorexia nervosa
Sekitar 1 persen wanita akan menderita anorexia nervosa dalam kehidupan mereka. Anorexia nervosa ini ditandai dengan makan lebih sedikit dari yang tubuh butuhkan untuk menjaga berat badan dan fisiologi tetap normal. 

Seseorang mungkin juga mengalami anoreksia jika mereka menunjukkan penurunan berat badan yang parah, menyangkal rasa lapar atau membuat alasan untuk tidak makan, olahraga, juga menarik diri dari situasi sosial yang berkaitan dengan makan. Dilansir dari Prevention wanita dengan anoreksia lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri atau mengalami komplikasi mematikan karena kelaparan.

2. Bulimia nervosa
Gangguan makan ini muncul dengan sendirinya ketika makan di luar kendali lalu diikuti dengan pembersihan melalui muntah yang diinduksi atau dilakukan sendiri. Faktor biologis dan lingkungan turut berperan dalam masalah ini.

Dalam tahap awal, ada upaya untuk mengendalikan makan atau mengurangi berat badan. Tapi, pada akhirnya mengarah pada pesta makan yang diikuti oleh kepanikan untuk membatalkan makan di luar kendali.

3. Binge eating disorder
Ini adalah gangguan makan di mana seseorang makan di luar kendali yang tidak sesuai untuk situasi tertentu. Mereka yang memiliki ganguan makan berlebihan biasanya kelebihan berat badan atau bahkan obesitas. 

Tapi, orang dengan berat badan normal juga bisa menderita ini. Seringkali, masalah kesehatan mental lainnya sedang bergejolak di bawah permukaan karena makan berlebih dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi emosi yang sulit dikendalikan seperti depresi, kecemasan atau stres.





(TIN)