Saat Hamil, Hindari Kontak dengan Penderita Cacar Air

Torie Natalova    •    Senin, 01 Oct 2018 14:51 WIB
kehamilan
Saat Hamil, Hindari Kontak dengan Penderita Cacar Air
(Foto: Livestrong)

Jakarta: Menghindari kontak dengan anak-anak atau orang dewasa yang terkena cacar air adalah cara terbaik untuk menghindari masalah kesehatan ketika Anda sedang hamil. Saat hamil, paparan virus, termasuk cacar, dapat mengganggu perkembangan bayi.

Jika Anda hamil dan yakin bahwa Anda pernah mengalami cacar air saat kecil atau telah menerima vaksin cacar air, Anda dan bayi dapat memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Tapi, banyak orang yang tidak yakin benar bahwa mereka pernah mengalami cacar air.

Paparan virus cacar air pada trimester ketiga, tidak akan berdampak besar pada perkembangan bayi. Tetapi, paparan virus cacar pada trimester pertama dan kedua kehamilan bisa memicu risiko kecil pada bayi seperti mengalami sindrom varicella kongenital.

Sindrom ini ditandai dengan bayi yang cacat lahir, jaringan parut kulit, anggota badan yang cacat, kepala kecil yang 
abnormal, masalah neurologis atau cacat intelektual, dan masalah penglihatan.

Perkembangan bayi yang mengidap varicella kongenital dapat memburuk di uterus dan menderita kejang, serta cacat perkembangan fisik dan mentalnya. Infeksi juga dapat meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur atau kelahiran mati.

Jika ibu yang baru lima hari melahirkan terkena cacar air, maka bayi dapat tertular cacar air. Ini bisa jadi masalah serius karena bayi belum memiliki kekebalan tubuh yang kuat sehingga dapat mengancam nyawanya.

Melakukan vaksinasi cacar air menjadi hal yang penting dilakukan. Sebaiknya, hindari anak-anak atau orang dewasa yang terkena cacar air untuk menghindari penularan virusnya. Wanita hamil yang berada dalam lingkungan orang yang terkena cacar air atau herpes zoster, harus konsultasi dengan dokter.

Lihat video:





(DEV)