Depresi Rentan Dialami Mereka yang Sakit Kronik Saat Kecil

Sri Yanti Nainggolan    •    Senin, 22 May 2017 06:00 WIB
psikologi
Depresi Rentan Dialami Mereka yang Sakit Kronik Saat Kecil
Gangguan emosional adalah masalah yang umum dialami orang dewasa yang pernah berjuang melawan penyakit kronik saat kecil, seperti kanker. (Foto: Thehuffingtonpost.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa dampak dari pengobatan jangka panjang saat kecil, seperti terkena kanker atau asma, dapat terus berlangsung hingga dewasa. 

Studi yang dilakukan oleh University of Sussex di Inggris tersebut menemukan bahwa penderita segala jenis penyakit kronik saat kecil memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, rasa cemas, dan berbagai masalah emosional. 

Sementara, penyakit kronik tersebut bisa beragam bentuknya, dari kanker hingga asma. Bahkan beberapa jenis penyakit yang diderita saat kecil tersebut berkaitan dengan beberpa jenis gangguan mental tertentu. 



Penelitian tersebut melihat sampel pada lebih dari 45 ribu orang dewasa dan menemukan bahwa masalah kesehatan mental, terutama depresi, adalah yang paling menonjol pada mereka yang pernah sakit kronik saat kecil. 

"Secara khusus, kita menemukan bahwa kanker secara signifikan berhubungan dengan depresi saat dewasa," jelas peneliti senior Dr. Darya Gaysina dalam sebuah pernyataan. 

Meskipun tak spesifik dan terbatas, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berbagai penyakit kronik juga berpotensi menyebabkan depresi.

(Baca juga: Trauma Masa Kecil Sebabkan Depresi di Waktu Tua)

Gangguan emosional adalah masalah yang umum dialami orang dewasa yang pernah berjuang melawan penyakit kronik saat kecil, seperti kanker. 

Depresi adalah gangguan mental yang cukup sulit didiagnosa. National Institute of Mental Health menyebutkan bahwa gangguan suasana hati serius dimana penderita menjadi kesulitan untuk mengontrol aktivitas keseharian seperti tidur, makan, dan bekerja. 

Selain itu, depresi juga bisa dialami mereka yang sedang sakit kronis. WebMD.com menyebutkan bahwa gangguan tersebut cukup umum pada pasien sakit kronis dan sepertiga dari mereka yang mengalami sakit fisik menunjukkan tanda-tanda depresi. Selain itu, dari segi gender, wanita lebih rentan terkena depresi dibandingkan pria. 








(TIN)