Studi: Orang Pandai Cenderung Gagal Tes Menyetir

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 22 Jul 2017 19:00 WIB
studi kesehatan
Studi: Orang Pandai Cenderung Gagal Tes Menyetir
Studi: Orang Pandai Cenderung Gagal Tes Menyetir (Foto: rex)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa orang berpendidikan tinggi cenderung lebih sering gagal dalam tes menyetir dibandingkan mereka yang tidak memiliki Ijazah Umum Pendidikan Menengah.

Perusahaan asuransi Privilege DriveXpert melakukan sebuah analisi dari 1.564 orang dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Inggris dan menemukan bahwa 59 persen dari mereka tidak lulus pada tes pertama. Lebih detal, 51 persen dari bagian tersebut berpendidikan tinggi.

Mereka yang jago dalam bidang seni juga terlihat lebih mudah dalam melalui tes tersebut. Para peneliti juga menemukan bahwa tingkat percobaan mereka lebih kecil dibandingkan mereka yang ahli matematika dan sains, yaitu 1,9 dibanding 2,3.

Studi tersebut menyebutkan bahwa enam dari 10 pengendara tanpa gelar pendidikan memiliki tingkat kelulusan pada tes pertama lebih baik dengan 1,7 kali percobaan untuk mendapatkan izin menyetir.

Sebagai perbandingan, setengah dari lulusan berpendidikan tinggi lulus pada tes pertama dengan rata-rata 1,8 kali percobaan.

Mereka dengan gelar sarjana bahkan memiliki tingkat lulus pada tes pertama dengan presentase 48 persen dan mereka yang bergelar master lebih rendah, yaitu 47 persen.

"Bisa lulus di tes pertama bukan berarti itulah kemampuan akhir kita karena karier menyetir terbangun selama bertahun-tahun berdasarkan pengalaman di jalan," tukas Charlotte Fielding selaku pemimpin Privilege DriveXpert.

Studi yang dilakukan tahun 2016 tersebut juga menyebutkan bahwa lokasi adalah salah satu faktor penentu kelulusan tes.

"Mereka yang tidak memiliki kualifikasi formal dapat berperan yang lebih bergantung pada keterampilan prosedural seperti kontrol motor, karena itu mungkin lebih sesuai dengan aktivitas seperti lulus tes mengemudi," demikian komentar Lee Hadlington selaku dosen senior psikologi di De Montfort University.


 


(ELG)