Jangan Sepelekan Suara Serak

Indriyani Astuti    •    Rabu, 20 Sep 2017 13:39 WIB
tips kesehatan
Jangan Sepelekan Suara Serak
(Foto: Mavcure)

Metrotvnews.com, Jakarta: Suara serak atau parau kadang muncul ketika kita terserang batuk pilek atau infeksi tenggorokan. Umumnya gangguan itu akan mereda seiring dengan kesembuhan penyakit tersebut. Namun, waspadai jika suara serak itu tak kunjung sembuh lebih dari sepekan. Bisa jadi ada gangguan lain yang lebih serius.

"Suara serak bukan penyakit, melainkan gejala yang menunjukkan ada gangguan di sekitar pita suara. Bisa karena infeksi akut akibat batuk pilek atau radang tenggorokan, bisa juga karena masalah yang lebih serius," ujar dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dari Rumah Sakit Pondok Indah Group, Zainal Adhim, pada diskusi kesehatan di Jakarta, belum lama ini.

Ia menjelaskan, suara serak yang disebabkan infeksi akut umumnya akan reda dalam waktu sepekan dengan terapi vocal rest (mengurangi bicara), pemberian antibiotik, dan obat antiradang. Namun, jika suara serak itu merupakan gejala gangguan lain yang lebih berat, perlu terapi khusus.

"Beberapa penyakit yang juga bergejala suara serak, antara lain infeksi tuberkulosis (TBC) laring, infeksi human papilloma virus (HPV), adanya tumor jinak, dan tumor ganas atau kanker pada pita suara," kata Zainal.

Pada kasus gangguan-gangguan serius itu, suara serak umumnya berlangsung lama, bahkan bisa berbulan-bulan. "Umumnya, dari anamnesa (tanya jawab dengan pasien), akan tergambar kemungkinan penyebabnya."

Ia mencontohkan, pada kasus suara serak yang sudah berlangsung 2-3 hari dengan didahului batuk pilek, umumnya disebabkan karena infeksi akibat kuman batuk pilek yang menjalar ke laring tersebut.

"Karenanya, kalau batuk pilek jangan dibiarkan berlarut-larut agar kuman tidak menginfeksi lebih jauh ke tenggorokan," sarannya.

Pada kasus suara serak yang sudah berlangsung lebih dari sebulan dan sebelumnya didahului batuk-batuk cukup lama, bisa jadi disebabkan karena TBC. Lain lagi jika suara serak terjadi pada orang-orang yang berprofesi sebagai penyanyi dan guru, sudah berlangsung 2-3 bulan, tanpa didahului batuk pilek, bisa jadi itu disebabkan karena adanya nodul atau tumor.

Adapun kecurigaan pada diagnosis kanker bisa ditandai dengan suara serak yang berlangsung berbulan-bulan, disertai sesak napas yang makin memberat dan batuk berdarah. "Terlebih jika pasien merupakan perokok berat, tingkat kecurigaan adanya kanker makin tinggi."

Selain itu, ada juga kasus suara serak yang disebabkan karena kambuhnya penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD).

"Pada GERD, asam lambung yang naik mencapai tenggorokan bisa mengiritasi pita suara sehingga timbul gejala serak."

Untuk memastikan semua dugaan-dugaan itu, lanjut Zainal, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ketika diagnosis sudah dipastikan, barulah pengobatan atau terapi dilakukan. "Jenis terapinya bergantung pada diagnosisnya, ada yang cukup dengan konsumsi obat-obatan, ada yang harus dioperasi, misalnya pada kasus tumor dan kanker."




(DEV)