Bayi Baru Lahir Mengalami Kerontokan, Normalkah?

   •    Kamis, 27 Dec 2018 15:48 WIB
perkembangan anak
Bayi Baru Lahir Mengalami Kerontokan, Normalkah?
Ada beberapa alasan mengapa timbul rambut rontok pada bayi baru lahir. (Foto: Kazuend/Unsplash.com)

Jakarta: Kerontokan rambut tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja bahkan bayi yang baru lahir pun bisa mengalaminya. kerontokan rambut pada bayi yang baru lahir sangat normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Bayi sering kehilangan rambutnya selama enam bulan pertama. Jenis rambut rontok semacam ini disebut dengan telogen effluvium.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi pada si kecil? Karena rambut memiliki tahap pertumbuhan dan tahap istirahat.

Tahap pertumbuhan ini berlangsung sekitar tiga tahun dan tahap istirahat berlangsung sekitar tiga bulan. Selama tahap istirahat, rambut tetap berada di folikel sampai rambut baru mulai tumbuh.

Beberapa bayi lain bahkan mengalami kebotakan dalam usia tahun pertamanya. Sebagian bayi lainnya, bahkan mengalami kerontokan bersamaan dengan tumbuhnya rambut baru.

Hal ini, membuat para orang tua tidak menyadari akan kerontokan yang terjadi pada bayinya. Ada beberapa alasan mengapa timbul rambut rontok pada bayi baru lahir, antara lain:

(Baca juga: 4 Mitos tentang Rambut Bayi yang Sebaiknya Tidak Dipercaya)


(Bayi sering kehilangan rambutnya selama enam bulan pertama. Jenis rambut rontok semacam ini disebut dengan telogen effluvium. Foto: Jake Peterson/Unsplash.com)

1. Trikotilomania
Trikotilomania adalah suatu kondisi di mana hilangnya rambut secara terus menerus sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut. Kondisi ini sering terjadi pada bayi, Trikotilomania ini suatu tindakan kompulsif sebagai akibat dari adanya stres emosional maupun stres fisik pada bayi.

2. Tidur dalam keadaan dan posisi yang sama
Jika Anda mendapati bahwa pertumbuhan rambut pada kedua sisi kepala bayi tidak sama, maka hal ini bisa disebabkan karena posisi tidur bayi yang melulu diposisi yang sama sepanjang waktu. Namun, jika Anda mendapati rambut bayi sepenuhnya rontok akibat alasan ini, itu artinya rambut bayi berada pada tahap beristirahat.

3. Kondisi tinea capitis
Kondisi tinea capitis atau yang umum dikenal sebagai kurap pada kulit kepala dan merupakan infeksi jamur yang sering terlihat pada anak-anak.

Hal ini timbul seperti bercak bersisik dan mungkin terlihat seperti titik hitam pada kulit kepala bayi. Kondisi seperti ini bisa menghambat pertumbuhan rambut bayi karena pori-pori yang tertutup.

4. Menurunnya kadar hormon pada bayi
Sebelum mengahadapi proses persalinan, bayi memiliki kadar hormon yang tinggi di dalam tubuhnya. Hormon ini didapat dari Anda ketika bayi berada dalam rahim.

Namun, ketika bayi lahir, kadar hormon akan mulai mengalami penurunan sehingga menyebabkan rambutnya masuk ke dalam fase beristirahat, atau berhenti bertumbuh.

Dalam fase ini, rambut bayi akan mengalami kerontokan. Hal ini merupakan tanda bahwa rambut bayi telah memasuki siklus pertumbuhan baru.

Rambut yang baru akan tumbuh dan mendorong rambut yang lama. Mekanisme seperti inilah yang menyebabkan kerontokan rambut pada bayi, sehingga tumbuhlah rambut baru.

Jika Anda mendapati kepala si kecil hanya memiliki rambut-rambut halus dalam jumlah yang tidak terlalu banyak atau bahkan mengalami kebotakan. Hal ini mungkin menandakan bayi Anda membutuhkan sedikit cahaya matahari.


Maria Fransiska




(TIN)