Studi: Obesitas Turunkan Kepekaan dalam Merasakan Makanan

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 23 Mar 2018 12:10 WIB
kesehatanobesitas
Studi: Obesitas Turunkan Kepekaan dalam Merasakan Makanan
Para peneliti menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar TNF-alpha yang memengaruhi indera pengecap. (Foto: Brenda Godinez/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi menunjukkan bahwa peradangan yang diakibatkan oleh obesitas dapat mengurangi sensitivitas pada lidah hingga 25 persen. 

Obesitas berkaitan dengan keadaan kronis peradangan tingkat rendah di jaringan adipose yang menyimpan energi dalam bentuk lemak.

Jaringan adiposa menghasilkan sitokin pro-inflamasi, molekul yang berfungsi sebagai sinyal antar sel, yang disebut TNF-alpha.

Para peneliti menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar TNF-alpha yang memengaruhi indera pengecap, sehingga membuat sensitivitas pada rasa makanan berkurang.

"Temuan kami menunjukkan bahwa adipositas kotor yang berasal dari paparan kronis terhadap pola makan tinggi lemak berkaitan dengan respons peradangan tingkat rendah yang menyebabkan gangguan dalam mekanisme penyeimbangan pemeliharaan dan pembaharuan perasa," kata Robin Dando, Asisten Profesor di Cornell Universitas di Amerika Serikat. 


(Para peneliti menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar TNF-alpha yang memengaruhi indera pengecap. Foto: Grace Ho/Unsplash.com)

(Baca juga: Cegah Obesitas pada Anak, Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua)

Indera pengecap terdiri dari 50 hingga 100 sel yang berasal dari tiga jenis utama. Masing-masing dengan peran berbeda dalam merasakan lima rasa utama (garam, manis, pahit, asam, dan umami). Sel-sel tersebut hanya bertahan selama 10 hari. 

Pergantian sel-sel pengecap biasanya muncul dari kombinasi seimbang kematian sel terprogram (proses yang dikenal sebagai apoptosis) dan pembentukan sel-sel baru dari sel-sel progenitor khusus.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology tersebut mengamati bahwa tingkat apoptosis meningkat pada tikus obesitas, sedangkan jumlah sel progenitor pengecap lidah menurun. Hal tersebutlah yang menjelaskan mengapa terjadi penurunan fungsi indera pengecap.








(TIN)