Studi: Sentuhan Seksual Picu Pubertas Dini

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 06 Oct 2017 15:52 WIB
seksstudi kesehatan
Studi: Sentuhan Seksual Picu Pubertas Dini
Hasil penelitian dari Bernstein Center dan Humboldt University membuat kita mengerti mengapa terjadi tubuh sangat berubah saat pubertas. (Foto: Toa Heftiba/Unsplash.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa anak perempuan akan mengalami pubertas dini dan perubahan signifikan dalam otak, jika telah disentuh secara intim. 

Dilansir dari Thehealthsite.com mengatakan, para peneliti dari Bernstein Center dan Humboldt University di Berlin mengungkapkan bahwa sentuhan seksual kemungkinan memberi pengaruh lebih besar pada pubertas lebih daripada yang diperkirakan. 

Sudah diketahui bahwa pengaruh sosial dapat mempercepat atau memperlambat pubertas pada mamalia, namun belum jelas sinyal mana yang lebih krusial. Belum jelas juga bagaimana hal tersebut memengaruhi tubuh dan otak, dan secara khusus mengubah bagian otak. 



Para peneliti awalnya meneliti tentang representasi saraf alat kelamin di korteks serebral berkembang selama masa pubertas.

Studi tersebut mengonfirmasi bahwa hormon seksual mempercepat pubertas dan perkembangan dari korteks genital. Namun, mereka juga menemukan bahwa sentuhan seksual juga berkontribusi banyak dalam percepatan pubertas. 

(Baca juga: Studi: Seks dan Tidur Membuat Perasaan Lebih Bahagia Dibandingkan Uang)

Penelitian tersebut meletakkan tikus muda, jantan dan betina, dan melihat terjadi perpanjangan korteks genital. Hal serupa tak terjadi ketika tikus betina tinggal dengan tikus sejenis, atau saat tikus jantan dipisahkan untuk menghindari kontak langsung. 

Namun, mereka juga menemukan bahwa percepatan perpanjangan kortikal terjadi ketika alat kelamin tikus disentuh menggunakan sikat yang dilumasi. 



"Efek dari sentuhan seksual saat pubertas dan korteks genital sangat luar biasa karena kita tak menyangka area otak tersebut berkembang pada tahap pubertas," tukas peneliti Constanze Lenschow.

Kesimpulannya, perpanjangan korteks genital tak hanya dipengaruhi oleh hormon, namun juga sentuhan seksual. 

"Representase perubahan tubuh dalam korteks serebral dan bagian tertentu dalam korteks genital meningkat dua kali lipat dari segi ukuran. Hasil penelitian tersebut membuat kita mengerti mengapa terjadi tubuh sangat berubah saat pubertas," tambah peneliti lain,  Michael Brecht.









(TIN)