Susu Bantu Mencegah Diabetes

Indriyani Astuti    •    Selasa, 26 Dec 2017 17:18 WIB
diabetes
Susu Bantu Mencegah Diabetes
(Foto: Shutterstock)

Jakarta: Selama ini informasi seputar susu lebih sering dikaitkan dengan kandungan kalsium yang tinggi dan berguna untuk membangun kepadatan tulang orang dewasa. Padahal, selain mengandung kalsium, susu yang mengandung asam lemak unik juga dapat mencegah tubuh dari risiko terpapar berbagai penyakit tidak menular termasuk diabetes melitus.

Pakar gizi Dr Marudut MPS, mengatakan komposisi asam lemak susu terbilang unik dan kompleks. Ia menjelaskan, asam lemak susu itu, pertama tersusun lebih dari 50 jenis asam lemak. Kedua, selain memiliki kandungan karbon rantai genap seperti pada pangan umumnya, susu juga memiliki kandungan karbon rantai ganjil, yakni pentadecanoat dan asam heptadecanoat atau asam margarat.

Ketiga, susu memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim dari bakteri yang terdapat di saluran pencernaan. Hal itu berbeda dengan asam lemak trans pada pangan olahan lainnya yang dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

"Keunikan dan kekompakan asam lemak yang dimiliki susu inilah yang memberikan banyak keuntungan bagi tubuh manusia," kata Dosen Jurusan Gizi di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II itu.

Segelas susu, lanjutnya, rata-rata mengandung 3 persen sampai 4 persen susu dan dari jumlah tersebut 90 persen terdiri dari asam lemak jenuh, 3,7 persen asam lemak trans, dan 5,3 persen asam lemak tak jenuh.

Menurut Marudut, asam lemak trans yang ada dalam susu mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia jika dibandingkan dengan asam lemak trans yang ada di produk pangan lain.

Hasil penelitian pada orang dewasa multietnik di Amerika Serikat menemukan bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans-palmitoleat (salah satu kandungan susu), menjadi penanda risiko diabetes yang lebih rendah.

"Konsentrasi asam lemak trans palmitoleat berhubungan dengan penurunan 19 persen trigliserida, menurunkan insulin puasa 9,1 persen, menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 2,4 mm Hg, dan menurunkan insiden diabetes," jelas Marudut yang juga anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan di Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) itu.

Pada kesempatan sama, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F Saputro, mengajak keluarga Indonesia mengonsumsi makanan bergizi dan susu secara rutin.

"Salah satu bentuk kegiatan edukasi yang dilakukan Frisian Flag Indonesia adalah menggelar kampanye Drink, Move, Be Strong, yang didasari hasil penemuan Seanuts yang mengungkapkan bahwa anak-anak Indonesia kekurangan vitamin D dan kurang aktif," ujar Andrew.




(DEV)