5 Kanker yang Paling Sering Mengintai Perempuan

Torie Natalova    •    Selasa, 27 Sep 2016 09:00 WIB
kesehatan
5 Kanker yang Paling Sering Mengintai Perempuan
(Foto: Women's Health)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kanker merupakan penyakit yang menyerang hampir 850 ribu perempuan di Amerika setiap tahun. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari dirinya terkena kanker sejak dini karena tidak merasakan gejalanya.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa 2/3 kematian akibat kanker dapat dicegah. Dilansir Women's Health Mag, ada lima kanker yang paling sering mengintai perempuan seperti berikut ini.

1. Kanker endometrium

Kanker jenis ini disebut juga kanker rahim yang umumnya menyerang perempuan pascamenopause atau sekitar usia 60 tahun.

Sayangnya, hingga kini belum ada cara yang baik untuk mendeteksi awal kanker ini.

Kanker endometrium dua kali lebih besar mengintai perempuan dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Sel-sel lemak mengeluarkan estrogen yang bisa memicu perubahan kaknker.

Sebaiknya, jika Anda akan menggunakan KB dan masuk dalam masa premenopause, pilih jenis pil selama beberapa tahun.

Menggunakan pil KB selama lima tahun saja bisa mengurangi risiko kanker endometrium sebesar 25 persen. Selain itu, menjaga berat badan tetap stabil dan sehat juga kunci mencegah kanker ini.

2. Kanker usus besar

Kanker ini bisa dicegah sejak dini. Caranya adalah rutin melakukan check up tubuh secara teratur melalui tes kolonoskopi yang biasanya dimulai saat umur 50 tahun.

Selama tes yang dilakukan dengan memasukkan tabung fleksibel ke rektum, dokter juga bisa sekaligus mendeteksi dan menghapus polip sebelum mereka berubah menjadi kanker. Selain itu, bisa juga melalui tes darah dari kotoran Anda atau tes DNA tinja
untuk melihat perubahan gen yang berpotensi menjadi kanker.

3. Kanker payudara

Setelah jumlah penderita kanker payudara terus naik selama dua dekade, jumlah perempuan yang didiagnosa dengan kanker payudara mulai menurun. Ini mungkin disebabkan oleh banyaknya perempuan yang menggunakan terapi hormon saat gejala menopause tiba.

Terlebih lagi, kanker payudara yang terdeteksi sejak dini bisa meningkatkan ketahanan hidup hampir 100 persen.

Untuk mencegahnya, rajin mendeteksi payudara dengan mammogram. The America Cancer Society merekomendasikan perempuan menjalani tes ini setiap tahun terlebih saat mulai menginjak usia 45 tahun.

Sementara itu, dari segi gaya hidup cobalah untuk tetap menjaga berat badan tetap stabil dan mengurangi konsumsi lemak. Makanan dari hewan yang memiliki lemak tinggi bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

4. Kanker tiroid

Meski banyak perempuan yang terkena kanker tiroid, tingkat kematian masih bisa dibilang stabil. MRI atau CT Scan akan dilakukan ketika Anda mengeluhkan nyeri leher dan migrain yang berulang.

Jika dokter mendeteksi adanya sedikit bercak hitam, tak perlu terburu-buru mengoperasinya. Namun, jika memang tindakan operasi sangat dibutuhkan, dokter akan menghilangkan setengah dari tiroid Anda. Dengan demikian, Anda tak perlu mendapatkan hormon pengganti tiroid.

Jika dokter bersikeras untuk operasi meski hanya ada bercak hitam di bawah satu sentimeter, cobalah cari opini dari dokter lain. Operasi tiroid berisiko merusak pita suara dan mengharuskan Anda memakai hormon tiroid sepanjang hidup Anda.

5. Kanker paru-paru

Kanker ini telah meningkat hampir 98 persen selama empat dekade. Berdasarkan American Lung Association, lebih dari separuh kasus pada wanita yang terkena kanker adalah mereka yang tidak pernah merokok. Paru-paru wanita menjadi lebih rentan terhadap asap rokok dan estrogen bisa memicu sel kanker.

Untuk mencegahnya, selain tidak jangan merokok, cobalah jauhi diri dari asap rokok. Jika Anda seorang mantan perokok atau sering berada di lingkungan penuh asap rokok, segera temui dokter untuk mencari solusi mencegah kanker. Peneliti mengatakan,

325 g aspirin bisa melindungi tubuh dari kanker paru-paru akibat terpapar asap rokok.

 


(DEV)