Perlukah Menghilangkan Rambut Kemaluan?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 07 Oct 2016 12:08 WIB
kesehatan dan produktivitas
Perlukah Menghilangkan Rambut Kemaluan?
Rambut kemaluan sendiri memiliki manfaat utama untuk mencegah benda asing masuk ke organ intim wanita, entah kotoran atau hewan seperti semut. (Foto: Wemakespokanesmile)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak orang menghilangkan rambut-rambut yang tak diinginkan di tubuh, seperti jenggot, kumis, rambut kaki atau rambut ketiak. Namun perlukah rambut pada kemaluan juga dihilangkan?

Menurut spesialis kedokteran obstetri dan ginekologi, dr. Liva Wijaya, SpOG, rambut kemaluan sendiri memiliki manfaat utama untuk mencegah benda asing masuk ke organ intim wanita, entah kotoran atau hewan seperti semut.

(Baca juga: Menguak Kepribadian Wanita Lewat Gaya Rambut)

"Mencukur rambut kemaluan berisiko besar pada kulit di sekitar daerah kemaluan. Misalnya, jika Anda mencabutnya, maka folikel kulit bisa iritasi dan menimbulkan jerawat. Hal itu jelas akan mengganggu kenyamanan," tukasnya media workshop It's Better To Be Protected In Your Red Days, Kamis (6/10/2016).

Namun, jika Anda tidak merasa nyaman, ia menyarankan untuk tidak mencukur secara keseluruhan namun menyisakan sedikit rambut atau biasa disebut trimming.

"Digunting saja bila merasa kepanjangan, namun pendek-pendek saja potongnya," sarannya.

Ia lebih menganjurkan untuk tidak melakukan berbagai macam perawatan tak meyakinkan secara sendiri, bila seseorang tidak mengalami masalah pada daerah sensitif tersebut.

"Tak usah diotak-atik. Yang penting selalu dibersihkan dengan benar, yaitu dilap hingga kering dari arah depan ke belakang setiap kali selesai buang air besar," tutupnya.







(TIN)