Rapid Test, Strategi Pencegahan Penyebaran HIV

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 01 Sep 2016 14:39 WIB
kesehatan
Rapid Test, Strategi Pencegahan Penyebaran HIV
(Foto: bchdmi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga internasional penanggulangan HIV/AIDS, AIDS Healthcare Foundation (AHF) mendapatkan persetujuan dari Kementerian Kesehatan RI untuk membantu melakukan pencegahan dan penyebaran penyakit imun tersebut.

Panandatanganan nota kesepakatan yang dilakukan pada hari ini, Kamis (1/9/2016), berisikan beberapa program AHF di Indonesia hingga 2019, meliputi peningkatan akses layanan HIV/AIDS dalam hal tes dan pengobatan ke kelompok yang berisiko terkena penyakit ini.

"Saat ini, kami akan menjangkau komunitas-komunitas yang berisiko melalui pendekatan LSM terlebih dahulu, kemudian menawarkan mereka melakukan tes di rumah sakit," ujar Riki Febrian, Country Manager AHF Indonesia dalam acara penandatangan nota persetujuan Kemenkes dan AHF, Kamis (1/9/106).

Ia melanjutkan, mengingat banyaknya masyarakat berisiko yang enggan melakukan tes, maka ke depannya ia akan memasukkan program jemput bola tersebut dengan cara yang sedikit berbeda.

"Kami akan melakukan rapid test, di mana tes dilakukan di tempat komunitas dengan bantuan tenaga medis. Namun, selanjutnya kami harapkan orang dalam komunitas pun bisa membantu melakukan tes sehingga orang-orang yang berisiko juga tak keberatan dites oleh temannya," paparnya.

Dengan demikian, orang-orang dalam komunitas tersebut tak hanya menjadi objek, tetapi juga subyek dimana mereka bisa turut membantu program tersebut.

AHF kini bermitra dengan empat layanan kesehatan, yaitu RS Santa Carolus Jakarta, RSUD Kabupaten Indramayu, RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta,  layanan kesehatan di Kabupaten Pangandaran, dan lima LSM yaitu PKBI DKI Jakarta, Yayasan LAYAK Jakarta, Yayasan Mata Hati Pangandaran, Yayasan Resik Purwakarta, serta Perkumpulan Setia Indonesia Indramayu.


AHF Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp31,8 miliar untuk pengembangan program pengendalian epidemi HIV/AIDS tersebut selama tiga tahun pertama.


(DEV)