7 Tahap yang Dialami Setiap Orang Saat Putus Cinta

Torie Natalova    •    Selasa, 15 Nov 2016 16:35 WIB
romansa
7 Tahap yang Dialami Setiap Orang Saat Putus Cinta
Cobalah berada di lingkungan orang-orang yang berpikir positif dan perbanyak terkena sinar matahari. Jangan terjebak dengan perilaku tidak sehat. (Foto: Sheknows)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap orang yang jatuh cinta dan menjalin sebuah hubungan asmara pasti pernah mengalami yang namanya putus cinta. Jika cinta yang Anda rasakan sangat istimewa, perpisahan biasanya membuat Anda sedih dalam waktu cukup lama.

Tenang, kesedihan memang wajar terjadi ketika Anda putus cinta. Waktu adalah hal utama yang Anda putuskan untuk bisa kembali ke kehidupan normal. Perpisahan dapat lebih mudah diatasi jika meminta bantuan teman dan keluarga.

Menariknya, ada beberapa ilmu di balik perpisahan yang sulit dilakukan. Pada 2016, psikolog Stanford menemukan bahwa Anda lebih sulit menerima perpisahan jika memendamnya seorang diri. 

Jika Anda menemukan diri Anda terjebak dalam kecemasan, amarah atau depresi setelah putus cinta, penting untuk mencari bantuan profesional.

Sembuh dari putus cinta adalah sebuah proses. Dan berikut ini adalah tahapan dari putus cinta hingga berhasil menanganinya dengan baik dan hidup normal tanpa rasa sedih.

1. Syok
Syok merupakan perlindungan alami tubuh melawan sakit. Dan ketika hubungan Anda kandas, Anda mungkin tidak mau tahu dengan apa yang terjadi ke depannya karena terlalu mengerikan, sendirian dan membingungkan. 

Rasa tidak percaya akan terjadi selama beberapa menit, minggu bahkan berbulan-bulan, terlebih ketika perpisahan terjadi secara tiba-tiba. Tak heran jika Anda mengalami sesak napas atau kesulitan tidur.

Tips: Cobalah untuk jalan-jalan atau meditasi dan melakukan kegiatan favorit Anda. Satu yang pasti, Anda pasti akan memahami keadaan yang terjadi saat ini.


2. Penyangkalan
Saat terjadi perpisahan, Anda cenderung menolak realita dan memendam perasaan. Ada rasa tak terima atas perpisahan ini, dan merasa hal tersebut tidak terjadi. Ini membuat Anda berharap bisa kembali berasama. 

Pada tahap ini Anda akan mencoba menghubunginya, mengecek akun sosial media dia, dan mencoba segala hal untuk bisa berjalan seperti dulu.

Tips: Menemui teman atau menulis sebuah diary untuk melepaskan ketakutan Anda berpisah darinya.


3. Menyendiri
Setelah Anda mengakui perpisahan itu, Anda mulai mencari dimana letak kesalahannya dan bagaimana itu terjadi serta cara menyelamatkannya. Saat ini yang Anda lakukan berada di dalam kamar sambil mengenang kebersamaan Anda dan dia. 

Tips: Cobalah untuk mandi agar badan dan kepala menjadi lebih dingin. Hubungi teman atau keluar dari rumah dan melakukan beragam aktivitas, bekerja ataupun bersosialisasi. Jangan memanjakan diri dan terpuruk seorang diri karena cinta.


4. Emosi
Pada tahap ini, hati Anda berubah dari sedih menjadi marah. Kemarahan ini cenderung pada mencari kesalahan si dia hingga menyebabkan perpisahan. Anda mungkin dalam tahap ini membakar barang pemberiannya, menghapus foto-fotonya dari gadget Anda, hingga memfitnah dia di hadapan teman-temannya agar ia terlihat buruk. 

Jika Anda marah dengan diri sendiri, sebaiknya bicara dengan diri sendiri. Cukup tulis atau bicarakan emosi Anda, jangan ditunjukkan.

(Baca juga: 10 Kebiasaan yang Selalu Dilakukan Pasangan Bahagia)


5. Menawarkan rujuk
Terkadang, tahap ini melibatkan doa. Saat ini, Anda inginkan dia kembali dan membicarakan kembali kesalahan-kesalahan di masa lalu hingga menyebabkan perpisahan. Jika negosiasi gagal, Anda akan kembali jatuh ke perasaan putus asa.

Tips: Buat diri Anda bahagia dengan melakukan hal-hal yang Anda inginkan untuk masa depan. Jangan sertakan mantan Anda dalam rencana ini.


6. Depresi
Kesedihan yang mendalam dari perpisahan bisa berujung pada depresi. Pada tahap ini, Anda akan merasa kesulitan untuk mencapai yang ingin Anda raih sebelum berhubungan dengannya. Bahkan, Anda bisa jatuh sakit akibat putus cinta yang menguras emosi, perasaan dan kesedihan yang mendalam.

Tips: Cobalah berada di lingkungan orang-orang yang berpikir positif dan perbanyak terkena sinar matahari. Jangan terjebak dengan perilaku tidak sehat.


7. Menerima
Berada di tahap ini seperti berada di babak final setelah perpisahan. Kini, Anda sudah bisa menerima kenyataan perpisahan yang menyakitkan dan Anda melanjutkan hidup serta cita-cita yang mungkin saja tertunda sejak bersama dia. Anda pun siap kembali menjalani hidup dengan bahagia.

Tips: Rayakan saat bahagia ini karena pada akhirnya Anda bisa melupakannya. Jangan heran jika terkadang Anda masih merasakan saat-saat kesedihan, ini normal. Tapi, teruskan berpikir positif dan jangan terjebak di dalamnya lagi.








(TIN)