Stres Terbukti Dapat Memicu Serangan Jantung dan Stroke

Torie Natalova    •    Sabtu, 21 Jan 2017 19:00 WIB
strokestres
Stres Terbukti Dapat Memicu Serangan Jantung dan Stroke
Stres Terbukti Dapat Memicu Serangan Jantung dan Stroke (Foto: shutterstock)

Metrotvnews.com, Jakarta: Stres atau tekanan yang berlebihan bisa "membunuh" Anda. Kini, para ilmuwan telah menemukan apa yang sebenarnya ketegangan mental lakukan sehingga dapat menyebabkan Anda sakit.

Para peneliti dari Harvard Medical School menguji aktivitas di amygdala, bagian dari otak yang berhubungan dengan stres, aktivitas tulang sumsum dan jumlah peradangan arteri pada sekitar 300 orang.

Mereka menemukan orang-orang yang memiliki aktivitas tinggi di amygdala memiliki risiko tertinggi mengembangkan penyakit jantung.

Seiring meningkatnya stres yang Anda alami, aktivitas di amygdala juga semakin meningkat, menurut peneliti utaa Ahmed Tawakol. Ini menyebabkan efek riak. Sehingga, kondisi ini memicu sumsum tulang Anda untuk mengeluarkan lebih banyak sel kekebalan sebagai cara melawan stres.

Tapi, peningkatan sel kekebalan ini juga dapat menyebabkan peradangan yang lebih besar dan dapat menyakiti arteri Anda hingga memicu risiko penyakit jantung.

Ini karena peradangan menipiskan dinding arteri dan membuatnya lebih rentan untuk pecah. Tubuh Anda merespon penipisan ini dengan membentuk pembekuan sebagai ukuran perlindungan untuk memperkuat kembali dinding arteri.

Jika ini terjadi pada arteri koroner Anda, ini dapat menyebabkan serangan jantung. Sementara, jika terbentuk dalam arteri dari kepala atau leher, ini dapat memicu Anda terkena stroke.

Menurut Dr. Tawakol, sangat penting untuk melakukan pengurangan stres sehingga dapat menenangkan mekanisme yang mengubah stres menjadi serangan jantung dan stroke.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi stres seperti meningkatkan aktivitas fisik, melatih pikiran, bernapas yang dalam, ataupun sekadar menonton film komedi, telah terbukti dapat mengurangi ukuran dan bentuk amygdala serta menguntungkan jaringan otak lainnya.

 


(ELG)