Kapan Waktu Terbaik untuk Makan?

Torie Natalova    •    Senin, 21 Nov 2016 10:27 WIB
diet
Kapan Waktu Terbaik untuk Makan?
Pada dasarnya, ketika tiba waktu makan cara terbaik adalah fokus saat makan sehingga Anda tahu berapa banyak asupan yang telah masuk ke dalam perut. (Foto: Thelist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat diet, hal utama yang sering jadi perdebatan adalah persoalan nutrisi dan jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. Namun, ada satu hal yang juga perlu diingat bagi Anda yang ingin atau sedang diet, yaitu waktu makan.

Waktu makan mungkin bisa menjadi jalan terbaik untuk mengatasi kebiasaan buruk Anda saat makan. Mengapa waktu makan itu penting?

Jam tubuh Anda atau yang sering disebut sebagai jam sirkadian mengikuti ritme sirkadian tubuh. Ritme ini naik dan turun sepanjang hari untuk mencerminkan pola hidup kita setiap hari. Itulah mengapa Anda mungkin bangun jam 06.00 pagi meski di hari libur, karena di hari kerja Anda selalu bangun pada waktu tersebut.

Jam sirkadian ini juga mengatur Anda saat makan atau setidaknya saat Anda harus makan. Ketika Anda mengubah waktu makan menjadi lebih lama, Anda akan mengalami berat badan berlebih dan kondisi medis yang berkaitan seperti diabetes tipe 2.

Namun, Anda jangan khawatir karena tubuh Anda luar biasa. Dia dapat mengembalikan waktu sirkadian menjadi normal dengan kerja keras Anda.

Sebelum masuk ke kapan waktu yang tepat untuk makan, pertama Anda harus tahu seberapa sering Anda harus makan. Saat ini, ada tren penurunan berat badan yang merekomendasikan makan enam kali makanan kecil setiap hari dengan jarak 2,5-3 jam. 

Sebuah studi dari University of Ottawa menemukan, frekuensi peningkatan makanan tidak menyebabkan penurunan berat badan yang lebih besar. Tidak ada bukti jelas yang membuktikan bahwa makan tiga kali sehari, seperti yang sering dianjurkan, lebih baik dari cara ini.

Sarapan
Kita semua tahu bahwa sarapan adalah makanan yang sangat penting di awal hari. Ini juga penting ketika Anda membicarakan penurunan berat badan dan olahraga.

Studi yang dipublikasikan The Journal of Physiology mencari dampak dari kalori tinggi, diet tinggi lemak terhadap tiga grup yakni orang-orang yang sarapan sebelum beraktivitas, sarapan setelah beraktivitas dan orang-orang yang tidak sarapan.

Mereka menemukan setelah enam minggu, orang-orang yang tidak beraktivitas dan sarapan sebelum berkegiatan mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi dibanding mereka yang sarapan setelah berkegiatan.

Memang tidak ada patokan waktu yang tepat untuk sarapan, namun US Department of Agriculture (USDA) merekomendasikan sarapan antara pukul 05.055 hingga 10.00 pada hari kerja, dan hingga pukul 11.00 di hari libur.

(Baca juga: Plus Minus Menjalani Diet Vegan)

Camilan di pagi hari
Jika Anda menganut pola makan enam kali sehari, Anda akan memiliki waktu untuk menyantap camilan biasanya dua hingga tiga jam setelah sarapan. Masih banyak perdebatan soal waktu ngemil ini. Berdasarkan studi 2011, camilan setelah saarapan, menghambat penurunan berat badan bagi wanita yang sudah menopause, kelebihan berat badan atau obesitas.

Namun, studi lain menemukan ngemil setelah sarapan bisa meningkatkan kesempatan Anda memperbanyak asupan buah, sayuran dan makanan kata serat. 

Makan siang
Sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Obesity menganalisis waktu makan yang berperan dalam penurunan berat badan terhadap 420 orang. Mereka yang terlambat makan siang, mengalami penurunan berat badan yang lebih lambat dibanding mereka yang makan siang tepat waktu atau lebih cepat.

Makan malam
Makan malam berkaitan erat dengan waktu tidur. Jika Anda terbiasa tidur pada pukul 9 malam, direkomendasikan untuk makan malam tidak lebih dari pukul 6 sore. Ini karena tubuh memerlukan waktu sekitar 3 jam untuk mencerna makanan.

Selain itu, jika Anda tidur dengan perut yang penuh, Anda lebih mungkin terbangun di tengah malam dan juga bisa meningkatkan asam lambung. 

Sebuah studi tahun 2005 menemukan, orang yang makan malam terlambat mengalami kenaikan asam lambung. Kondisi ini dimana asam perut naik melalui saluran makanan. Ini akan membuat Anda tidak nyaman dan terbangun sepanjang malam.


Pada dasarnya, ketika tiba waktu makan cara terbaik adalah fokus saat makan sehingga Anda tahu berapa banyak asupan yang telah masuk ke dalam perut. Hindari makan sambil nonton televisi, bermain gadget atau sambil bekerja. 








(TIN)