Seri III: Tumbuh Kembang Bayi Serta Tips Melatih Kemampuan Sosialnya

Yatin Suleha    •    Jumat, 04 Nov 2016 07:00 WIB
seri tumbuh kembang bayi
Seri III: Tumbuh Kembang Bayi Serta Tips Melatih Kemampuan Sosialnya
Aspek sehari-hari orang dewasa membuat batita Anda terpesona. (Foto: Playmessenger)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap interaksi Anda dan si kecil, mengajarkan bayi tentang hubungan yang terjalin antara Anda dengannya. Dilansir dari parents.com, kami berikan seri tumbuh kembang bayi beserta tipsnya untuk melatih kemampuan sosial bayi Anda.

Usia 12 Bulan
Bayi Anda membantu membawa membawakan buah pir. "Motif potensial dibalik tindakan batita membawakan Anda beberapa barang secara acak di sekitar rumah atau di mana pun, kira-kira seperti ini: 'Aku ingin ibu tahu bahwa benda ini menarik. Mungkin ibu bisa memberitahuku benda-benda apakah ini.'" kata Lana Karasik, PhD, seorang lektor psikologi di College of State Island, di New York. Ketika bayi semakin lincah, andalkan dirinya untuk melakukan lebih banyak pekerjaan (kecil) lagi.

- Melatih kemampuan sosialnya:
Segera perhatikan keamanan bayi Anda ketika mencari-cari barang, dan ini adalah kesempatan untuk melakukan perbincangan. Katakan: "Oh, kamu menemukan buah pir! Bisakah kita letakkan di dalam lemari es? Mari ibu tunjukkan." Respons ini akan meningkatkan kosa kata dan mengajarkannya bahwa apa yang penting bagi dia, juga penting bagi Anda.

(Baca juga: Seri II: Tumbuh Kembang Bayi Serta Tips Melatih Kemampuan Sosialnya)

Usia 15 Bulan
Batita diprogram untuk mengenali nuansa sosial, kata Dr. Drophy-Herb. Mereka belajar bagaimana berfungsi di dunia ini dengan mencatat semua gerakan Anda dan menirunya dengan hasil yang sering kali lucu atau menjengkelkan-contohnya mereka bisa saja tanpa Anda ketahui mencoba deodoran atau lipstik baru Anda hingga habis.

Dalam studi di Jerman, para batita usia 14 bulan memperhatikan bayi lainnya atau orang dewasa memakai kepalanya (iya, kepalanya!) untuk menyalakan lampu sentuh, dan kemudian mereka diberikan lampu yang sama. 

Hanya 20 persen dari para batita yang mengamati bayi-bayi yang mencoba mengikuti gerakan itu, tapi 70 persen batita yang mengamati orang dewasa berusaha melakukan hal yang sama.

- Melatih kemampuan sosialnya:
Aspek sehari-hari orang dewasa membuat batita Anda terpesona. Selama kegiatan yang bagi Anda mungkin tampak seperti hal umum, misalnya bermain bersama teman Anda dan bayinya di hari Sabtu, batita Anda mencatatnya.

Iya, mereka mencatat detailnya bagaimana Anda mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah Anda dengan senyuman, melayani mereka dengan makanan ringan di atas meja, dan melambaikan tangan ketika mereka pulang.





(TIN)