Orang yang Terencana Cenderung Lebih Puas dalam Kehidupan Seks

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 03 Aug 2018 18:30 WIB
seks dan kesehatan
Orang yang Terencana Cenderung Lebih Puas dalam Kehidupan Seks
Merencanakan keintiman juga bisa menjadi hal yang baik dalam kontribusi komunikasi Anda dan pasangan. (Foto: JD Mason/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah studi dari Jerman yang dipublikasi dalam Journal of Sex Research menemukan bahwa orang yang memiliki kecenderungan untuk perencanaan ke depan memiliki fungsi seksual yang lebih baik daripada mereka yang lebih santai.

Mereka yang memiliki ciri-ciri kepribadian yang teliti yaitu orang-orang yang efisien, berorientasi pada pencapaian, disiplin dan dapat diandalkan; cenderung lebih puas secara seksual daripada mereka yang membanggakan diri dengan spontanitas dalam hal keintiman.

Tim psikolog di Ruhr University Bochum menyurvei 966 pasangan yang sebagian besar adalah heteroseksual, dan bertanya kepada mereka tentang kualitas kehidupan seks mereka dan sifat kepribadian mereka.

Para peneliti menggunakan kerangka "Lima Besar" untuk mengidentifikasi orang-orang dengan ciri-ciri kepribadian mereka, yang terdiri dari dominan patuh, keramahan, neurotisisme dan keterbukaan, serta kesadaran.

Secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa orang yang teliti memperoleh manfaat dari kepuasan seksual yang lebih tinggi, di mana wanita heteroseksual terbukti paling puas. 

(Baca juga: 7 Hal yang Membuat Bercinta Tak Nyaman)


(Mereka yang memiliki ciri-ciri kepribadian yang teliti yaitu orang-orang yang efisien, berorientasi pada pencapaian, disiplin dan dapat diandalkan; cenderung lebih puas secara seksual daripada mereka yang membanggakan diri dengan spontanitas dalam hal keintiman. Foto: Hean Prinsloo/Unsplash.com)

Menurut penulis penelitian, penyebabnya karena laki-laki yang 'teliti dan patuh' bisa merasa lebih terdorong untuk memuaskan pasangannya secara seksual daripada yang lain.

Mereka juga menyebutkan bahwa orang dengan sifat tersebut cenderung mengklaim hubungan lebih lama dengan pasangan, melihat adanya kepuasan seksual dalam hubungan. 

Merencanakan keintiman juga bisa menjadi hal yang baik dalam kontribusi komunikasi Anda dan pasangan. "Tentu saja ini menjauhkan dari niat saling menghakimi," ungkap peneliti lagi.

"Kesadaran yang tinggi dapat sangat bermanfaat ketika menyangkut upaya mewujudkan kehidupan seksual yang memuaskan atau menunda kebutuhan dan kepentingannya sendiri untuk fokus pada penyelesaian masalah seksual dalam konteks komitmen," kata penulis Julia Velten kepada Quartz.

Menariknya, penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mereka yang memiliki sifat yang berkaitan dengan hal stabilitas emosi, mungkin memiliki efek pasangan yang negatif ketika berkaitan dengan pemenuhan seksual. 




(TIN)