Sabtu, Jadi Hari Cheating Day Paling Banyak

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 20 Jul 2018 16:17 WIB
diet
Sabtu, Jadi Hari Cheating Day Paling Banyak
Keberhasilan diet tak hanya tegantung pada makanan tetapi juga gaya hidup sehat seperti tidur, kebugaran, dan hidrasi. (Foto: Bimo Luki/Unsplash.com)

Jakarta: Sabtu adalah cheating day yang paling umum, demikian menurut sebuah survei yang dilakukan oleh OnePoll dan Isopure. 

"Rencana diet hanya baik jika Anda dapat secara realistis menaatinya, jadi itu adalah kunci untuk menyusun rencana seputar gaya hidup yang spesifik," tukas Jonathan Thompson, general manager Isopure.

Namun, kebanyakan partisipan membuat pengecualian di hari Sabtu karena berkumpul dengan orang-orang terkasih, seperti keluarga dan para sahabat. 

"Memiliki rencana diet yang memperhitungkan ritme sosial, pekerjaan, dan olahraga tertentu mengubah momen diet-derail menjadi bagian program diet yang positif dan terprogram yang benar-benar Anda harapkan, dan sangat melipatgandakan peluang Anda untuk tetap pada rencana dan mencapai tujuan Anda."

Survei yang melibatkan 2.000 orang Amerika Serikat tersebut menyebutkan bahwa setelah melanggar diet, banyak juga yang mengaku merasa kecewa, frustrasi, kesal, kesal dan marah. 


(Sabtu adalah cheating day yang paling umum, demikian menurut sebuah survei yang dilakukan oleh OnePoll dan Isopure. Foto: Matias Rengel/Unsplash.com)

(Baca juga: Ini Alasan Cheating Day Saat Diet Itu Penting)

Akibatnya, tidak mengherankan jika dua dari lima responden survei bosan dengan pakaian yang tidak lagi pas atau terlihat bagus.

Namun, keberhasilan diet tak hanya tegantung pada makanan tetapi juga gaya hidup sehat seperti tidur, kebugaran, dan hidrasi. 

Durasi tidur yang disarankan adalah sekitar enam jam, di mana tak semua orang bisa memenuhinya. Selain itu, aktivitas fisik pun tak kalah penting. Sayangnya, 34 persen responden mengaku jarang atau bahkan tak berolahraga sama sekali. 

Terkait kebutuhan cairan untuk tubuh, sebanyak 27 persen responden bahkan tidak tahu berapa banyak air yang mereka butuhkan untuk dikonsumsi dalam sehari agar tetap terhidrasi dengan baik. Sekitar 16 persen melaporkan tidak dapat memenuhi kebutuhan asupan air harian mereka.

"Ketika Anda menghubungi pilar-pilar sinergis antara nutrisi, olahraga, tidur dan hidrasi, hal-hal besar terjadi. Pikirkan masing-masing sebagai kaki meja. Hilangkan satu kaki saja dan semuanya bisa keluar dari keseimbangan," Thompson memberi perumpamaan. 

Sayangnya, setelah gagal diet, dua dari lima responden survei tidak memiliki motivasi untuk mengejar gaya hidup sehat lagi. 




(TIN)