Cara Melihat Tanda-tanda Anak Anda akan Melakukan Self Harming

Raka Lestari    •    Kamis, 05 Apr 2018 05:12 WIB
psikologiremaja
Cara Melihat Tanda-tanda Anak Anda akan Melakukan Self Harming
National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) menyebut tanda-tanda seperti depresi, menangis, motivasi rendah bisa menjadi tanda-tanda emosional yang bisa membahayakan diri. (Foto: Matthew Henry/Unsplash.com)

Jakarta: Menurut para ahli menyakiti diri sendiri cukup sering terjadi di kalangan anak muda. Dilansir dari Metro.co.uk, diperkirakan sekitar 13 persen anak usia 11 hingga 16 tahun akan dengan sengaja mencelakai diri mereka sendiri di beberapa bagian tubuhnya.  

Namun apakah mungkin ada indikator atau tanda-tanda yang bisa dilihat apakah anak Anda cenderung akan menyakiti diri sendiri? Berikut ini yang bisa Anda perhatikan.

1. Luka yang terjadi secara tiba-tiba
Tanda yang paling jelas dari menyakiti diri sendiri adalah cedera pada tubuh anak Anda yang terjadi secara tiba-tiba di tempat-tempat di mana tidak mungkin mereka mengalami ketidaksengajaan, seperti pergelangan tangan, paha atau perut. 

"Orang sering berpikir melukai diri sendiri hanya dengan memotong, tetapi ada bentuk-bentuk lain dari melukai diri sendiri, seperti pembakaran yang disengaja, memar, dan menarik-narik rambut," kata pekerja sosial Ruth Ayres dari SelfharmUK. 

2. Menyembunyikan tangan dan kaki mereka
Anak-anak yang menyakiti diri sendiri biasanya mencoba untuk menyembunyikan luka mereka dari pandangan.

Jika anak Anda selalu memakai lengan panjang dan celana panjang, bahkan dalam cuaca panas, kemungkinan mereka bisa menyembunyikan luka yang terjadi karena mereka menyakiti diri mereka sendiri. 


(Tanda yang paling jelas dari menyakiti diri sendiri adalah cedera pada tubuh anak Anda yang terjadi secara tiba-tiba. Foto: Soragrit Wongsa/Unsplash,com)

(Baca juga: Kurang Tidur Timbulkan Masalah Perilaku pada Remaja)

3. Meningkatnya waktu bermain internet
Anak dan remaja sangat melekat pada ponsel mereka, tetapi anak-anak dan remaja yang melukai diri sendiri biasanya menghabiskan lebih banyak waktu online daripada biasanya.  

"Mereka mungkin berbohong tentang apa yang mereka lakukan ketika sedang online, dan sangat posesif dari ponsel mereka, menolak untuk membiarkan Anda melihatnya," ujar Ruth. 

4. Pakaian, handuk, bahkan sprei yang bernoda darah
Bahkan luka kecil yang terjadi ketika mereka melukai diri sendiri bisa mengeluarkan banyak darah. Jadi Anda mungkin harus memperhatikan noda darah pada pakaian, handuk, dan alas tidur anak Anda. Atau, mereka mungkin mulai mencuci sendiri sehingga Anda tidak melihat bukti pada pakaian mereka.

5. Suasana hati yang buruk 
National Society for the Prevention of Cruelty to Children (NSPCC) menyebut tanda-tanda seperti depresi, menangis, motivasi rendah, kebiasaan makan yang tidak biasa, rasa percaya diri yang rendah, penurunan atau kenaikan berat badan secara tiba-tiba, minum dan mengonsumsi obat-obatan menjadi tanda-tanda emosional yang bisa membahayakan diri.






(TIN)