Berbagai Pilihan Musik Sebagai Obat

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 06 Jul 2018 12:12 WIB
kesehatanpsikologi
Berbagai Pilihan Musik Sebagai Obat
Banyak studi telah membuktikan bahwa melodi dalam menenangkan saraf stres dan memiliki dampak positif pada tekanan darah dan hati juga. (Foto: Antonis Spiridakis/Unsplash.com)

Jakarta: Musik tak hanya dapat meningkatkan suasana hati, namun juga bisa dijadikan terapi untuk beberapa gangguan kesehatan melalui pendekatan psikologis. 

Berikut adalah tipikal musik yang biasanya disarankan terapis untuk meredakan gejala gangguan kesehatan, baik mental maupun fisik. 

1. Depresi 
Sebuah studi oleh Stanford University School of Medicine menemukan bahwa suasana hati meningkat pada penderita depresi ketika mereka mendengarkan musik yang mereka pilih, bersamaan dengan mempraktikkan teknik pelepas stres. 

Penelitian tersebut dilakukan selama delapan minggu dengan melibatkan mereka yang berusia 61-86 tahun. Pada kelompok kontrol, justru tak terdapat peningkatan. Musik yang disarankan untuk ganguan satu ini adalah musik yang ceria, energik, atau ritmis. 

(Baca juga: 5 Manfaat Mendengarkan Musik Selain Bikin Pikiran Rileks)


(Sebuah studi oleh Stanford University School of Medicine menemukan bahwa suasana hati meningkat pada penderita depresi ketika mereka mendengarkan musik yang mereka pilih, bersamaan dengan mempraktikkan teknik pelepas stres. Foto: Alex Blajan/Unsplash.com)

2. Kurang tidur
Para peneliti dari University of Louisville School of Nursing menyebutkan bahwa musik klasik dan musik New Age (musik yang memberikan inspirasi artistik, relaksasi, dan optimisme) dapat membantu mereka yang memiliki masalah tidur mendengkur dan terbangun tengah malam. Selain itu, beberapa musik yang dapat mengurangi gangguan tidur adalah musik yang tenang, dan iringan musik dengan beat lambat. 

3. Stres
Banyak studi telah membuktikan bahwa melodi dalam menenangkan saraf stres dan memiliki dampak positif pada tekanan darah dan hati juga. Sebaiknya, saat mendengarkan musik, mulailah merilekskan otot kaki sambil bersandar santai. Cobalah berfokus pada lirik lagu untuk membantu mengalihkan pikiran dari kekhawatiran. 

4. Nyeri
Mereka yang mendengarkan musik kesukaan saat bangun selama prosedur bedah membutuhkan obat penenang dan pereda nyeri yang lebih sedikit daripada mereka yang tidak mendengar musik, demikian kesimpulan eksperimen dari Yale University School of Medicine. 

Melodi secara efisien meredakan rasa sakit jangka pendek dan ketidaknyamanan jangka panjang yang terkait dengan masalah kesehatan kronis. Musik juga membuat obat penghilang rasa sakit lebih efektif. Pada masa pemulihan, sebaiknya cobalah dengarkan musik yang mengalun dan lembut. 




(TIN)