Membedakan Anak Stunting dan Pendek

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 26 Jul 2018 14:51 WIB
tumbuh kembang anak
Membedakan Anak Stunting dan Pendek
Anak Tetap Berisiko Stunting meski Terlihat Aktif (Foto: ist)

Jakarta: Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa stunting dan pendek adalah dua hal yang sama. Padahal, tidak demikian. 

Menurut ahli endokrinologi anak DR. Dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, penyebab antara pendek dan stunting berbeda meskipun faktor kurang gizi atau malnutrisi terdapat pada keduanya.

Stunting, dimana anak berusia 0-5 tahun dengan tinggi badan sekitar 8,5-11,75 cm di bawah rata-rata normal pada anak seusianya, disebabkan oleh beberapa faktor selain gizi, yaitu infeksi berulang dan penyakit kronis.

Sementara, perawakan pendek cenderung berhubungan dengan masalah hormon atau genetik.

"Stunting itu pendek, tetapi pendek belum tentu stunting," tegas dr Aman dalam temu media di Jakarta, Kamis 26 Juli 2018.

Ia menjelaskan, nutrisi sendiri hanya berperan saat masih berada dalam fase bayi. Setelah itu, pertumbuhan anak bergantung pada hormonal.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memerhatikan setiap fase pertumbuhan anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau hingga anak berusia 2 tahun.

Dalam kandungan, terjadi peetumbuhan dalam janin sebesar 30 persen dan sisanya berada di luar kandungan. Pada masa anak-anak, akan terjadi pertumbuhan sebanyak 40 persen dan sisanya saat remaja.

Angka stunting di Indonesia sendiri berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2013 adalah 30-39 persen. 





(DEV)