Ini Alasan Mengapa Guru Prasekolah Rentan Alami Gangguan Pendengaran

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 28 Jun 2018 06:00 WIB
kesehatan
Ini Alasan Mengapa Guru Prasekolah Rentan Alami Gangguan Pendengaran
Temuan studi menunjukkan bahwa gangguan pendengaran dan tinnitus (sensasi mendengar suara di telinga) adalah gejala paling umum kedua yang memengaruhi guru prasekolah. (Foto: Neonbrand/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa 7 dari 10 guru prasekolah perempuan menderita masalah pendengaran.

Hal ini karena guru prasekolah secara teratur terkena suara dan jeritan yang sering kali berisikan informasi penting dan sulit dihindari, tidak seperti di lingkungan industri, karena mereka harus mendengarkan anak-anak.

"Guru prasekolah memiliki risiko yang jauh lebih tinggi daripada mereka yang bekerja di lingkungan dengan tingkat kebisingan yang sama. Gejala-gejalanya dapat dipicu oleh lingkungan yang riuh, dan juga sulit untuk menggunakan pelindung pendengaran," tukas Sofie Fredriksson dari Sahlgrenska Academy di Universitas Gothenburg, Swedia mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dalam The Health Site.

"Kami melihat kelompok pekerja ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk gejala-gejala tersebut, dan jika tidak ada yang dilakukan tentang itu, itu benar-benar mengkhawatirkan. Kami harus menurunkan tingkat suara, memiliki prasekolah yang lebih tenang," Fredriksson menjelaskan. 

(Baca juga: Penanggulangan Kesehatan Pendengaran Perlu Dilakukan Sejak Dini)


(Sebuah penelitian menemukan bahwa 7 dari 10 guru prasekolah perempuan menderita masalah pendengaran. Foto: Jeshoots.com/Unsplash.com)

Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan pendengaran dan tinnitus (sensasi mendengar suara di telinga) adalah gejala paling umum kedua yang memengaruhi guru prasekolah. 

Penelitian yang melibatkan 4.718 wanita tersebut menemukan bahwa 71 persen mengalami kelelahan pendengaran yang membuat mereka tidak dapat mendengarkan radio, sementara 46 ??persen mengalami kesulitan memahami pembicaraan.

Selain itu, 39 persen mengatakan bahwa mereka mengalami ketidaknyamanan atau sakit fisik di telinga mereka dari suara sehari-hari yang tidak terlalu keras, setidaknya sekali seminggu. 

"Alat pelindung pendengaran biasanya merupakan intervensi utama jika tingkat suara tidak dapat dikurangi dengan cara lain, dan mungkin diperlukan jika Anda memiliki seorang anak yang menangis sepanjang hari selama periode perkenalan mereka di prasekolah," saran Fredriksson.

"Tapi desain tempat dan akustik ruangan juga harus dipertimbangkan. Di ruangan besar dengan dinding yang kokoh, tetap akan berisik tak peduli bagaimana pendidikan dan strategi yang Anda lakukan," tambahnya. 




(TIN)