Alasan Sakit Tumbuh Gigi pada Bayi Meningkat di Malam Hari

Torie Natalova    •    Senin, 05 Nov 2018 15:53 WIB
perkembangan anak
Alasan Sakit Tumbuh Gigi pada Bayi Meningkat di Malam Hari
Dokter anak Andy Bernstein mengatakan, nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi lebih sering terjadi di malam hari. (Foto: Shelbey Miller/Unsplash.com)

Jakarta: Dokter anak Andy Bernstein mengatakan, nyeri akibat tumbuh gigi pada bayi lebih sering terjadi di malam hari. Ini karena saat malam, anak-anak cenderung lelah dan tidak memiliki banyak kegiatan sehingga lebih merasakan ketidaknyamanan.

Ada bukti bahwa rasa sakit dan kelelahan berhubungan bagi kebanyakan orang. Mereka yang mengalami nyeri kronis cenderung melaporkan kelelahan dan mereka yang memiliki masalah tidur cenderung melaporkan rasa sakit.

Para ilmuwan menduga ini berkaitan dengan bagaimana kurang tidur melepaskan kelebihan hormon kortisol dan menyebabkan peradangan.

Meskipun sebagian besar penelitian berfokus pada orang dewasa, tapi penelitian menunjukkan bayi memproses rasa sakit dengan cara yang sama seperti orang dewasa.

(Baca juga: Ketahui 7 Faktor Penyebab Sakit Gigi)


(Anda dapat memberikan lap dingin, menggosok gusinya dan menggendong sambil mengayunkan untuk dapat tidur kembali. Foto: Brytny.com/Unsplash.com)

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak cenderung tidak merasakan rasa sakit ketika mereka menjalani aktivitas sehingga perhatian mereka akan sakit terganggu.

Bayi yang sedang tumbuh gigi dan berada di tempat tidur memiliki lebih sedikit rangsangan untuk mengalihkan perhatian mereka.

Sayangnya, tidak banyak yang bisa dilakukan orang tua. Anda juga perlu lebih teliti lagi tentang beberapa produk yang mengklaim dapat mengurangi rasa sakit tumbuh gigi pada bayi.

Jadi, hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah mengantisipasi rasa sakit yang meningkat di malam hari.

Anda dapat memberikan lap dingin, menggosok gusinya dan menggendong sambil mengayunkan untuk dapat tidur kembali.

Konsisten melakukan rutinitas ini dapat memberikan kemampuan anak untuk membangun mekanisme mengatasi rasa sakitnya sendiri.




(TIN)