Studi: Trauma Masa Kecil Dapat Menyebabkan Perubahan Gen

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 06 Oct 2018 12:12 WIB
studi kesehatankesehatan mental
Studi: Trauma Masa Kecil Dapat Menyebabkan Perubahan Gen
Studi: Trauma Masa Kecil Dapat Menyebabkan Perubahan Gen (Foto: shutterstock)

Jakarta: Trauma masa kecil tak hanya menyebabkan masalah secara mental, tetapi juga memengaruhi sel tubuh. Demikian hasil temuan dari sebuah penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Translational Psychiatry tersebut.

Studi dari University of British Columbia tersebut menganalisis sel sperma dari orang dewasa yang pernah mengalami pelecehan saat kecil. Efek trauma tersebut tak bisa dihancurkan dan tercetak di 12 wilayah DNA pada meraka yang mengalami beberapa tingkat pelecehan emosional, fisik, atau seksual.

Para ilmuwan mengatakan bahwa perdebatan ini, yang lebih dikenal sebagai metilasi, dapat digunakan untuk mengukur tuduhan pelecehan anak oleh para peneliti dan pengadilan.

"Jika Anda menganggap gen sebagai seperti bola lampu, metilasi DNA seperti saklar redup yang mengontrol seberapa kuat setiap cahaya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi bagaimana sel berfungsi," kata peneliti Nicole Gladish.

Menurutnya, informasi tersebut berpotensi memberikan pandangan tambahan tentang bagaimana pelecehan masa kanak-kanak mempengaruhi kesehatan fisik dan mental jangka panjang.

Eksperimen tersebut memusatkan perhatian pada apa yang menghidupkan dan mematikan gen pada berbagai periode perkembangan manusia.

 


(ELG)