Selamatkan Bumi dengan Mengubah Pola Makan

Kumara Anggita    •    Sabtu, 19 Jan 2019 14:16 WIB
makanan sehattips kesehatan
Selamatkan Bumi dengan Mengubah Pola Makan
Selamatkan Bumi dengan Mengubah Pola Makan (Foto: shutterstock)

Jakarta: Setiap hari populasi manusia terus bertambah, begitu juga dengan konsumsinya terhadap pangan. Diprediksikan 31 tahun lagi, manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan karena kondisi alam yang semakin memburuk.

"Kita tidak akan bisa mencukupi kebutuhan pangan sehat dan berkelanjutan untuk populasi dunia yang akan mencapai 10 milyar orang di tahun 2050 tanpa mengubah pola makan, meningkatkan produksi pangan, dan mengurangi limbah pangan," kata Komisionaris Pangan Lancet, Dr.dr. Rina Agustina, Msc, di Jakarta, Sabtu, 19 Januari 2019.

Melansir dari Jurnal dr. Rina yang berjudul "Pangan Planet Bumi Kesehatan", sejak tahun 1950 perubahan alam meningkat begitu cepat. Buruknya, produksi pangan menyumbang banyak kerusakan pada alam.

dr. Rina kemudian menganjurkan agar masyarakat Indonesia mengubah pola makannya. Menurut penelitiannya, sumber pangan nabati merupakan pilihan terbaik bagi tubuh maupun alam.

"Pola makan harian harus mencakup setidaknya 35 persen kalori dari biji-bijian utuh dan umbi- umbian, sumber protein yang kebanyakan nabati—tetapi tetap mencakup sekitar 14 g daging merah per hari—dan 500 g sayuran dan buah," tuturnya.

Dengan melakukan perubahan gaya hidup tersebut, banyak keuntungan yang bisa diperoleh dalam waktu jangka panjang. Misalnya, angka kematian berkurang dan perbaikan alam.

"Perubahan diet seperti rekomendasi sebelumhya akan menghindari sekitar 11 juta kematian dewasa per tahun," tuturnya.


(ELG)