Ketahui Baik dan Buruk Lemak pada Tubuh Wanita

Torie Natalova    •    Kamis, 17 Nov 2016 15:31 WIB
kesehatan
Ketahui Baik dan Buruk Lemak pada Tubuh Wanita
(Foto: Medicalnewstoday)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perut rata menjadi dambaan setiap wanita. Tak heran jika ada yang rela melakukan apapun demi mendapatkan perut langsing bak model.

Pendiri Parsley Health Robin Berzin mengatakan, ada dua jenis lemak perut. Satu di antaranya termasuk jenis yang berbahaya.

"Jenis yang berada di antara otot dan kulit yang disebut lemak subkuntan, kemudian ada lagi jenis yang ada di sekitar organ perut," jelasnya.

Ini adalah lemak internal yang paling berbahaya. Jenis lemak ini terbentuk dari makanan pemicu peradangan, stres dan jarang berolahraga.

Lemak perut ini dapat meningkatkan dan memperburuk penyakit seperti obesitas, meningkatkan risiko diabetes, resistensi insulin, penyakit jantung, dan gangguan endokrin. Selain itu, lemak perut yang buruk juga berkaitkan dengan kanker payudara dan ovarium.

Jika lingkar pinggang Anda lebih besar daripada pinggang, atau perut Anda buncit, kemungkinan lemak internal adalah penyebabnya. Dr. Berzin mengatakan, jika Anda bisa merasakan lemak di atas otot, itu adalah lemak eksternal.

Menurutnya, wanita memerlukan beberapa lemak eksternal atau subkuntan untuk membantu menjaga hormon tetap seimbang. Lemak adalah bahan dasar pembuat estrogren, dan tanpa lemak yang cukup pada tubuh, wanita akan mengalami ketidakseimbangan hormon.

Lemak tidak selalu berada di perut, lemak harus merata di seluruh bagian tubuh. Wanita yang terlalu kurus biasanya akan mengalami masalah pada siklus menstruasi atau rasa lelah sepanjang waktu.

Bagaimana dengan wanita yang memiliki perut six pack?

Menurut Dr. Berzin, wanita yang memiliki perut six-pack telah menghilangkan lemak perut secara berlebihan, sekitar 10-11 persen.

Untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan tidak menghilangkan lemak perut terlalu banyak, lakukan latihan bervariasi. Tidak fokus pada mengecilkkan perut. Selain itu, ganti karbohidrat, gula, dan makanan kemasan dengan protein, lemak sehat dan serat setiap kali makan.

Ketidakseimbangan hormon tak hanya terjadi karena kurangnya lemak baik. Kandungan BPA (Bisphenol A) dalam makanan kaleng, stres, dan obat-obatan juga menyebabkan ketidakseimbangan hormon.


(DEV)