Efek Kecelakaan Mobil pada Penderita Penyakit Jantung

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 17 Nov 2017 13:41 WIB
Efek Kecelakaan Mobil pada Penderita Penyakit Jantung
Pada orang dalam kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, kecelakaan bisa menyebabkan serangan jantung traumatis. (Foto: Ryan Graybill/Unsplash.com)

Jakarta: Kecelakaan mobil adalah salah satu kejadian yang dapat menimbulkan cedera pada tubuh, dari ringan hingga berat, bahkan kematian. Kejadian traumatik tersebut juga dapat memberi efek tertentu pada mereka yang sudah menderita penyakit tak menular, seperti penyakit jantung. 

Terdapat banyak cedera serius yang mengenai bagian dada pada korban kecelakaan mobil. Trauma tumpul akibat kecelakaan mobil bisa menyebabkan tulang rusuk yang patah dan membahayakan paru-paru.

Pada orang dalam kondisi tertentu, seperti penyakit jantung, kecelakaan bisa menyebabkan serangan jantung traumatis. Serangan jantung traumatis adalah suatu kondisi di mana jantung telah berhenti berdetak karena trauma tumpul atau tembus, seperti luka tusukan ke daerah toraks. 

Perdarahan internal di area dada bisa menjadi masalah langsung setelah terjadi kecelakaan. Kerusakan organ dalam, panggul, dan perut juga bisa terjadi. 


(Serangan jantung traumatis adalah suatu kondisi di mana jantung telah berhenti berdetak karena trauma tumpul atau tembus, seperti luka tusukan ke daerah toraks. Foto: Taylor Grote/Unsplash.com)

(Baca juga: Waspada Penyakit Jantung!)

Jenis luka ini membutuhkan perhatian medis segera. Bahkan, dengan segera melakukan intervensi medis, kecil kemungkinan untuk tetap bertahan hidup tanpa komplikasi neurologis. 

Tidak ada protokol definitif yang ada dalam cara mengatasi serangan jantung traumatis, namun beberapa orang mendapat manfaat dari penggunaan torakotomi untuk mendapatkan akses dan memerbaiki kerusakan akibat luka tersebut.

Kendala dalam membantu jantung traumatis adalah menentukan bentuk serangan jantung yang kompleks seperti tertulis dalam Advanced Cardiac Life Support (ACLS) dan mampu membalikkan efek ini, misalnya hipovolemia (kekurangan volume cairan ekstraseluler) dan syok karena luka tembus.







(TIN)