Lingkungan Banyak Pepohonan Turunkan Risiko Asma Kambuh

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 17 Nov 2017 16:29 WIB
Lingkungan Banyak Pepohonan Turunkan Risiko Asma Kambuh
Kombinasi terbaik untuk pasien asma yang tinggal di kota adalah berada dalam lingkungan yang banyak pepohonan dengan sedikit ruang berumput. (Foto: Geran de Klerk/Unsplash.com)

Jakarta: Sebuah penelitian dari University of Exeter menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di lingkungan yang rindang cenderung lebih jarang mengalami serangan asma yang berujung pada mendatangi rumah sakit. 

Para peneliti menyimpulkan, kesehatan pernapasan bisa ditingkatkan dengan cara menanam lebih banyak pohon di daerah yang penuh polusi. Selain itu, penanaman tiga pohon tambahan di tempat setara satu lapangan sepak bola dapat mengakibatkan 50 kasus asma darurat lebih sedikit per 100 ribu penduduk. 

Risiko asma kambuh memang lebih besar pada pendeita yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi, misalnya jalan raya, berasap, berdebu; karena dapat memicu iritasi dan mengotori saluran udara. 

"Kami ingin mengklarifikasi bagiamana vegetasi urban kemungkinan berhubungan dengan kesehatan pernapasan," tukas pemimpin penelitian Dr Ian Alcock.


(Para peneliti menyimpulkan, kesehatan pernapasan bisa ditingkatkan dengan cara menanam lebih banyak pohon di daerah yang penuh polusi. Foto: Gustav Gullstrand/Unsplash.com)


(Baca juga: Tinggal Bersama Penderita Asma? Ingat Hal-Hal Ini)

"Kita tahu bahwa pepohonan dapat menghilangkan polusi udara penyebab serangan asma, namun dalam beberapa situasi pepohonan juga dapat menyebabkan pembentukan partikulat terlokalisasi dengan mencegah penyebarannya oleh angin."

Menurutnya, vegetasi urban yang seimbang lebih banyak memberi manfaat daripada kerugian. 

Namun, ruang hijau dan taman tidak membuat serangan asma pada penderita berkurang.  Hal ini dikerenakan kombinasi polutan udara dengan rumput dapat memicu alergi, yang tak kalah berbahaya. 

"Sebaliknya, pepohonan secara efektif dapat menghilangkan polusi dari udara, yang menjelaskan mengapa tanaman berkonsentrasi tinggi ini sangat bermanfaat."

Kombinasi terbaik untuk pasien asma yang tinggal di kota adalah berada dalam lingkungan yang banyak pepohonan dengan sedikit ruang berumput. 

Para peneliti berharap hasil penelitian tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam kebijakan perencanaan kota di masa depan. 









(TIN)