Apakah Mencium Bayi yang Baru Lahir Berbahaya?

Raka Lestari    •    Senin, 08 Jan 2018 12:38 WIB
perkembangan anak
Apakah Mencium Bayi yang Baru Lahir Berbahaya?
Dokter anak Emily Edwards menyarankan agar orangtua memperhatikan siapa saja yang melakukan kontak dengan anak mereka dalam keadaan sehat dan bebas dari infeksi apapun. (Foto: Pixabay.com)

Jakarta: Melihat bayi yang baru lahir tentunya sangat menggemaskan dan terkadang kita selalu ingin menciumnya setiap saat. Namun apakah mencium bayi, terutama bayi yang baru lahir dapat membahayakan kesehatan sang bayi? Jawabannya adalah, ya. Namun hal tersebut sangat jarang terjadi.

"Orang yang lebih dewasa bisa membuat bayi sakit dengan hanya menciumnya," ujar Dr Gina Posner, seorang dokter anak di Orange Coast Memorial Medical Center di Fountain Valley, California. "Air liur mengandung banyak kuman. Jika mereka tidak sedang sakit, maka bayi pun tidak akan tertular namun jika orang yang lebih dewasa sedang pilek atau terinfeksi virus atau bakteri, maka akan dengan mudah menyebarkannya dengan menciumnya."

"Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang, yang membuat mereka lebih rentan terkena penyakit yang disebabkan virus dan bakteri yang hanya menyebabkan sakit ringan pada anak-anak atau dewasa," ujar Dr. Emily Edwards.

Dr. Emily Edwards adalah seorang dokter anak di Pusat Pengobatan Memorial Saddleback di Laguna Hills, California, kepada SheKnows.com. "Misalnya, virus herpes yang bisa menyebabkan sakit pilek pada orang dewasa dapat menyebabkan meningitis neonatal pada bayi baru lahir," tambahnya.


(Dokter anak Emily Edwards menyarankan agar orangtua memperhatikan siapa saja yang melakukan kontak dengan anak mereka dalam keadaan sehat dan bebas dari infeksi apapun. Foto: Pixabay.com)

(Baca juga: 5 Fakta tentang Otak Bayi)

Herpes meningitis dapat disebabkan oleh bakteri, jamur atau jenis kuman lainnya, dan dapat menyebar melalui kontak seksual atau dari seorang wanita ke bayinya saat melahirkan, menurut Dr Trung Tristan Truong dari Johns Hopkins Medicine, seorang dokter anak di MemorialCare Medical Group di San Juan Capistrano, California.

Namun untungnya, penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri atau herpes sangat jarang, dan persentasenya kurang dari 1 dari 1000 kelahiran bayi. Selain itu, Edwards mengatakan bahwa ia telah melihat tingkat meningitis bayi menurun dalam beberapa tahun terakhir karena perkembangan vaksin. Namun, kasus ini bisa akan sangat parah jika terjadi karena bisa menyebabkan disfungsi neurologis permanen atau kematian.

Edwards juga menyarankan agar orangtua memperhatikan siapa saja yang melakukan kontak dengan anak mereka dalam keadaan sehat dan bebas dari infeksi apapun. Para dokter juga menyarankan agar setiap mengunjungi bayi yang baru lahir atau saat melakukan kontak dengan bayi terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.









(TIN)