Kasus Keracunan Makanan Tertinggi Berasal dari Makanan Siap Saji

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 21 Dec 2017 15:52 WIB
kesehatan
Kasus Keracunan Makanan Tertinggi Berasal dari Makanan Siap Saji
(Foto Ilustrasi: Shutterstock)

Jakarta: Data Kejadian Luar Biasa (KLB) Keamanan Pangan 2015 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa sebagian besar penyebab keracunan makanan disebabkan oleh pangan siap saji.

Menurut data, terdapat empat penyebab KLB keracunan pangan, antara lain makanan rumah tangga (40,98 persen), pangan jajanan (22,95 persen), jasa boga (21,31 persen), dan pangan olahan (14,75 persen).

"Lebih dari 85 persen penyebab keracunan adalah pangan siap saji," ujar Nuri Andarwulan selaku dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam temu mediab bertajuk Food Safety: Don't Let Good Food Go Bad, Rabu, 20 Desember 2017.

Pangan siap saji adalah makanan dan minuman yang diolah dan siap untuk langsung disajikan di tempat.

Lebih dalam, ia menjabarkan apa saja penyebab keracunan pangan jajanan yang umumnya terjadi pada anak-anak SD sejak tahun 2010-2014. Pertama, cemaran mikroba yang berkisar antara 60 hingga hampir 80 persen selama empat tahun.

"Biasanya banyak terdapat pada es dan minuman yang dijual di luar sekolah."

Kedua, bahan tambahan pangan (BTP) yang mencapai 20 persen. Zat yang biasa disebut zat aditif kimia ini ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan.

Terakhir, dengan jumlah hampir 20 persen, adalah bahan berbahaya. Beberapa contohnya adalah formalin, boraks, dan zat pewarna tekstil.




(DEV)