Rutin Konsumsi Buah Dapat Bantu Perbaiki Kerusakan Paru Akibat Merokok

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 23 Dec 2017 17:53 WIB
kesehatan paru-paru
Rutin Konsumsi Buah Dapat Bantu Perbaiki Kerusakan Paru Akibat Merokok
Rutin Konsumsi Buah Dapat Bantu Perbaiki Kerusakan Paru Akibat Merokok (Foto: gettyimages)

Jakarta: Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi makanan yang tinggi tomat dan apel dapat membantu memperbaiki kerusakan paru pada mantan perokok.

Studi tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa yang makan dua atau lebih tomat dan tiga porsi apel per hari mengalami penurunan dalam perburukan fungsi paru dibandingkan mereka yang makan kurang dari satu porsi pada masing-masing buah.

Namun, efek reparatif hanya berasal dari varietas segar, yang berarti alternatif olahan atau olahan tidak bekerja.

Studi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health tersebut melihat pola makan dan fungsi paru pada lebih dari 650 orang dewasa di tahun 2002, kemudian mengulangi tes serupa 10 tahun kemudian.

Para partisipan yangberasal dari Jerman, Norwegia, dan Inggris juga melengkapi kuesioner tentang pola makan dan asupan nutrisi secara keseluruhan. Mereka juga melakukan spirometri, prosedur yang mengukur kapasitas paru untuk menghirup oksigen.

Beberapa faktor seperti usia, tinggi badan, jenis kelamin, indeks massa tubuh (BMI), status sosial-ekonomi, aktivitas fisik, dan asupan energi total juga diperhitungkan.

Menariknya, penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara pola makan dan fungsi paru lebih terlihat diantara mantan perokok.

Mantan perokok yang konsumsi makanan tinggi kandungan tomat dan buah, terutama apel, mengalami penurunan yang lebih lambat dalam kurun waktu 10 tahun. Artinya, nutrisi tersebut membantu memperbaiki kerusakan paru akibat merokok.

"Fungsi paru mulai menurut pada usia sekitar 30 tahun dengan kecepatan yang beragam, tergantung kesehatan individu. Studi kami melihat, makan buah pada jumlah regular dapat membantu mengurangi penurunan tersebut akibat usia, bajkan juga pada kerusakan akibat merokok," tukas pemimpin studi Dr Vanessa Garcia-Larsen.

Ia menambahkan, pola makan bisa menajdi salah satu cara ampuh untuk menurunkan risiko gejala penyakit gangguan paru obstruktif kronik (COPD) yang semakin meningkat.


(ELG)