Pertemanan Positif Perlambat Penurunan Kognitif pada Lansia

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 03 Nov 2017 15:49 WIB
kesehatan
Pertemanan Positif Perlambat Penurunan Kognitif pada Lansia
Sebuah penelitian dari Northwestern Medicine menemukan bahwa pertemanan yang positif, hangat, dan dapat dipercaya dapat membantu penurunan fungsi ingatan dan kognitif. (Foto: Flickr/Pinterest)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dari Northwestern Medicine menemukan bahwa pertemanan yang positif, hangat, dan dapat dipercaya dapat membantu penurunan fungsi ingatan dan kognitif. 

Mereka yang berusia 80 tahun atau lebih namun memiliki kemampuan sekitar 20 tahun lebih muda dari usia asli atau disebut dengan SuperAger, ternyata memiliki hubungan yang lebih memuaskan dan berkualitas tinggi dibandingkan mereka yang berusia sepadan. 

"Anda tak harus terlalu aktif, namun studi kami mendukung teori yang menyebutkan bahwa jaringan sosial yang kuat berhubungan dengan perlambatan dalam penurunan kognitif," ujar peneliti senior Emily Rogalski. 

(Baca juga: 7 Kebiasaan Baik Agar Panjang Umur)

Para partisipan diminta menjawab 42 pertanyaan dalam Ryff Psychological Well-Being Scale, ukuran untuk melihat kesejahteraan psikologis. 



Skala tersebut menentukan enam aspek dari kesejahteraan psikologis: otonomi, hubungan positif dengan orang lain, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, tujuan hidup dan penerimaan diri. SuperAger memiliki nilai rata-rata 40 dalam hubungan positif dengan orang lain sementara kelompok lain adalah 36, perbedaan yang cukup signifikan. 

"Penelitian ini sangat menarik sebagai langkah untuk memahami faktor apa yang mendasari kelestarian kemampuan kognitif di usia lanjut, terutama yang dapat dimodifikasi," kata penulis Amanda Cook.

Namun, ia menekankan bahwa memiliki jaringan sosial yang kuat tak berarti seseorang tak akan terkena penyakit Alzheimer. 

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE tersebut menambahkan bahwa berhubungan sosial merupakan salah satu pilihan sehat yang perlu diperhitungkan, selain pola makan dan aktivitas fisik cukup. 










(TIN)