Benarkah Pasien Skizofrenia Cenderung Lebih Cepat Meninggal?

Sri Yanti Nainggolan    •    Jumat, 22 Sep 2017 08:14 WIB
studi kesehatan
Benarkah Pasien Skizofrenia Cenderung Lebih Cepat Meninggal?
Penelitian yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana tren terkait skizofrenia. (Foto: Psych Central)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa mereka yang menderita skizofrenia memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar mengalami kematian dan cenderung mati muda. 

Dilansir dari Boldsky.com, studi tersebut melihat pada jumlah kematian di Ontario, Kanada, selama 20 tahun (1993-2012) dimana terdapat lebih dari 1,6 juta kematian. 

Penelitian yang dipublikasikan dalam Canadian Medical Association Journal tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana tren terkait skizofrenia.



Berdasarkan data tersebut, sebanyak 31.349 kematian akibat skizofrenia adalah wanita, lebih muda, dan tinggal dengan lingkungan berpendapatan rendah dibandingkan populasi umum. 

Selain itu, mereka yang menderita gangguan tersebut meninggal delapan tahun lebih cepat dibandingkan populasi umum. 

Usia kematian juga meningkat dari rata-rata 64,7 tahun menjadi 67,4 tahun dari 1993 ke 2012 pada penderita skizofrenia dibandingkan dengan populasi normal, yaitu 73,3 tahun ke 76,6 tahun. 

(Baca juga: Ini Ciri-Ciri Penyakit Skizofrenia)

Kematian akibat berbagai penyebab menurun 35 persen pada kedua jenis kelompok tersebut. 

Tingginya angka kematian pada penderita skizofrenia juga ditemukan pada beberapa studi sebelumnya di Australia dan Scandinavia.



"Studi ini juga menunjukkan adanya masalah ekuitas dimana penderita skizofrenia tidak mendapatkan perlakuan dalam kesehatan publik dan intervensi layanan kesehatan yang sama dengan mereka yang bukan penderita," tukas Paul Kurdyak, dari Institute for Clinical Evaluative Sciences di Kanada. 

"Kebutuhan yang kompleks pada individu dengan skizofrenia dan kondisi medis komorbiditas menciptakan tantangan besar untuk provider dan sistem perawatan kesehatan secara lebih luas."

Penderita tidak mendapat manfaat dari penurunan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular. 

Akses terhadap perawatan kesehatan dan gaya hidup, seperti tingkat merokok yang lebih tinggi, konsumsi alkohol, diet buruk dan kurangnya olahraga dapat menjelaskan risiko kematian yang lebih tinggi pada penderita skizofrenia.










(TIN)