Posisi Pertolongan Pertama Saat Stroke Tidak Berpengaruh pada Proses Pemulihan

Sri Yanti Nainggolan    •    Minggu, 25 Jun 2017 10:07 WIB
stroke
Posisi Pertolongan Pertama Saat Stroke Tidak Berpengaruh pada Proses Pemulihan
Ilustrasi (Foto: TheHealthSite.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah penelitian dunia yang melibatkan 11 ribu pasien dari sembilan negara menyimpulkan bahwa posisi kepala penderita stroke tidak memengaruhi tingkat kecacatan pasien. 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The George Institute for Global Health dan Christian Medical College menemukan bahwa kecacatan setelah stroke akut tak berbeda secara signifikan antara pasien yang langsung dibaringkan setelah terkena stroke dalam waktu 24 jam dan pasien yang didudukkan dengan posisi kepala 30 derajat ke atas dalam kurun waktu yang sama. 

"Banyak ahli stroke percaya bahwa penempatan posisi tubuh setelah stroke akan membuat perbedaan pada masa pemulihan. Namun, tak ada bukti konklusif," ujar peneliti Professor Craig Anderson dari The George Institute of Global Health, Sydney.

Seperti diketahui, 24 jam pertama pasca-stroke terbilang krusial untuk masa pemulihan kelak sehingga penting untuk tahu bagaimana posisi duduk atau terbaring akan membuat perbedaan. 

"Posisi kepala tak memberi banyak perbedaan, asalkan perawatan yang dilakukan baik. Hal tersebut tak berhubungan dengan pemulohan, kematian, dan bagaimana perasaan pasien," ujar pemimpin penelitian Profesor Jeyaraj D Pandian dari Christian Medical College.

Studi tersebut dilakukan di 114 rumah sakit yang tersebar di Inggris, Australia, Tiongkok, Taiwan, India, Sri Lanka, Chile, Brasil, dan Kolombia. Para pasien yang rata-rata berusia 68 tahun tersebut diminta untuk berbaring dnegan wajah menghadap ke atas dengan kepala yang diangkat ke atas minimal 30 derajat selama 24 jam pertama setelah dirawat di rumah sakit karena stroke. Mereka dilihat kembali setelah 90 hari. 

"Kami melihat bahwa ada pasien yang merasa tak nyaman saat dibaringkan, namun hal tersebut tak membuat kondisi memburuk," tambah Profesor Pandian. 


(ASA)