Plus Minus Melahirkan Normal dan Caesar

Nia Deviyana    •    Selasa, 13 Jun 2017 12:48 WIB
tips kesehatan
Plus Minus Melahirkan Normal dan Caesar
(Foto: Livescience)

Metrotvnews.com, Jakarta: Melahirkan normal menjadi solusi bagi mereka yang merasa ngeri dengan ruang operasi. Tak heran jika melahirkan secara normal menjadi pilihan banyak ibu dibanding caesar.

Di sisi lain, tak sedikit juga ibu yang memilih caesar dengan alasan takut menghadapi sakitnya melahirkan normal. Melahirkan secara caesar dianggap lebih cepat, meski pemulihan pascaoperasi terbilang lama. Benarkah hal itu?

Dr Allison Bryant, spesialis dokter kandungan di Massachusetts General Hospital, Boston menjelaskan, dalam beberapa kasus, caesar terpaksa dilakukan jika kelahiran normal dianggap berisiko. Misalnya, ibu akan melahirkan bayi kembar atau memiliki bayi yang besar, pasti disarankan untuk caesar. Begitu juga dengan ibu yang memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, hipertensi paru, dan HIV.

Namun, melahirkan secara normal atau caesar pada dasarnya memiliki tujuan sama, yakni menyelamatkan nyawa ibu dan bayi. Bryant mengatakan, wanita harus memiliki pengetahuan sebanyak mungkin tentang pilihan persalinan mereka.

Berikut adalah informasi tentang plus minus melahirkan secara normal atau caesar seperti dilansir dari Livescience.

Plus minus melahirkan normal bagi ibu

Persalinan normal memakan waktu yang panjang dan cukup melelahkan bagi fisik dan psikologis ibu. Tapi, menfaat dari melahirkan normal ialah proses pemulihan yang jauh lebih singkat dibandingkan caesar. Ibu yang melahirkan normal biasanya sudah bisa meninggalkan rumah sakit antara 24-48 jam setelah melahirkan.

Wanita yang melahirkan normal juga akan terhindar dari risiko pendarahan hebat, jaringan parut, infeksi, dan rasa sakit yang lebih lama karena pengaruh anastesi. Jadi, salah besar jika Anda memilih caesar untuk menghindari rasa sakit.

Kekurangannya, kulit dan jaringan di sekitar vagina (perinerium) bisa robek saat janin bergerak melalui jalan lahir. Jika robeknya cukup parah, maka diperlukan jahitan yang efeknya bisa menyebabkan cedera pada pelvis, otot yang berfungsi mengendalikan fungsi kencing dan usus.

Beberapa penelitian menemukan, wanita yang melahirkan normal lebih berisiko mengalami inkontinesia usus atau masalah pada saluran kencing dibanding mereka yang melahirkan caesar. Melahirkan normal juga menyebabkan nyeri di area perinerium, meski tak semua wanita mengalaminya.

Bagi bayi

Ibu yang melahirkan normal akan memiliki kontak yang lebih cepat dengan bayinya dibanding wanita yang mejalani operasi. "Ibu bisa segera menyusui bayinya," kaya Bryant.

Selama persalinan, otot yang terlibat untuk mengeluarkan bayi akan menguras cairan di paru-paru bayi, sehingga bayi memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami masalah pernapasan. Bayi yang dilahirkan lewat persalinan normal akan terpapar bakteri baik,  sehingga sistem kekebalan tubuh lebih baik dan saluran cerna mereka terlindungi.

Namun, jangan sesekali memaksa melahirkan normal apabila ukuran bayi cukup besar. Sebab, bayi bisa mengalami cedera seperti memar di kulit kepala dan retak pada tulang selangka.


Plus minus melahirkan caesar pada ibu

Tak banyak keuntungan dari caesar terutama jika ibu bisa melahirkan normal, kata Bryant. Namun, apapun prosedurnya, tujuan utamanya untuk menyelamatkan ibu dan bayi, terutama pada ibu yang memiliki kehamilan berisiko.

Pada wanita yang memang memerlukan caesar, dokter biasanya sudah melakukan briefing terlebih dahulu sehingga ibu akan merasa lebih tenang.

Setelah melahirkan caesar, wanita akan tinggal lebih lama di rumah sakit, rata-rata 2-4 hari. Belum lagi keluhan fisik seperti rasa nyeri di area bedah, setidaknya dua bulan.

Risiko kehilangan nyawa juga lebih tinggi pada kelahiran caesar, dibandingkan kelahiran normal. Penyebabnya bisa karena penggumpalan darah, infeksi, komplikasi dari anastesi.

Wanita yang melahirkan caesar umumnya juga akan kembali caesar pada kelahiran berikutnya.

Pada bayi

Bayi yang lahir dengan operasi caesar kemungkinan besar memiliki masalah pernapasan seperti asma saat lahir dan selama masa kanak-kanak.

 


(DEV)