Hukuman Sita Ponsel Ternyata Punya Efek Positif Bagi Anak

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 18 May 2017 15:56 WIB
kesehatan
Hukuman Sita Ponsel Ternyata Punya Efek Positif Bagi Anak
(Foto: Huffington Post)

Metrotvnews.com, Jakarta: Setiap orang tua memiliki cara tersendiri untuk mendisiplinkan anak. Hal tersebut juga dilakukan oleh seorang ibu, Katie Smith yang menyita ponsel anaknya sebagai bentuk hukuman. Siapa sangka, sang buah hati justru menjadi lebih bahagia tanpa ponsel.

Katie yang berasal dari Maine, Amerika Serikat tersebut mengungkapkan bahwa anak laki-lakinya yang berusia 13 tahun tersebut menunjukkan perilaku positif setelah ponselnya diambil beberapa minggu seperti suasana hati yang meningkat, lebih banyak berkomunikasi dengan keluarga, dan ia tak terlalu menginginkan ponselnya.

Awalnya, seperti remaja kebanyakan, sang anak marah ketika ponselnya disita.

"Ia menyadari beberapa minggu ke depan akan seperti neraka, namun saya terkejut melihat beberapa jam awal ia justru terlihat gembira. Sehari setelahnya, saya menyadari beberapa hal lain seperti lebih bersemangat, akrab dengan keluarga, dan banyak bicara dibandingkan setahun lalu," tulisnya di Babble.

Ia menambahkan, anaknya menjadi lebih terbuka dan bahagia tanpa ponsel. Bahkan, anaknya mengakui hal tersebut.

Dari segi ilmiah, ternyata terdapat hubungan antara ponsel dan perilaku temparental (bahkan masalah kesehatan mental) pada remaja. Sebuah penelitan yang dilakukan Baylor University menyebutkan bahwa pengguna smartphon cenderung lebih mudah berubah suasana hatinya, tidak stabil secara emosional, materialistis, dan impulsif.

Selain itu, studi lain dari University of Illinois juga menyebutkan bahwa anak  muda yang terobsesi dengan ponsel mereka cenderung mengalami peningkatan risiko rasa cemas dan depresi.

"Mereka yang memiliki perilaku ketergantungan pada internet dan ponsel memiliki angka depresi dan rasa cemas lebih tinggi," ujar Alejandro Lletas selaku psikolog dalam penelitian tersebut.

Sebuah survei dari Common Sense Media menyatakan bahwa rata-rata remaja Amerika menghabiskan waktu 6,5 jam per hari berinteraksi dengan media sosial dan video games.

 


(DEV)