4 Jenis Obat dengan Efek Samping Kelelahan

Sri Yanti Nainggolan    •    Selasa, 13 Sep 2016 17:59 WIB
kesehatan
4 Jenis Obat dengan Efek Samping Kelelahan
(Foto: Roguehealth)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berdasarkan laporan Mayo Clinic pada 2013, sekitar 70 persen orang Amerika mengonsumsi setidaknya satu obat resep, 50 persen lainnya mengonsumsi dua (resep).

Di antara obat resep, ada jenis yang memberi efek kelelahan dan rasa kantuk. Apa saja? Berikut seperti disitat Prevention.

1. Antidepresan

Ini adalah obat yang paling sering diresepkan pada perempuan. Menurut Badan Pusat Statistik Kesehatan Nasional, jumlah perempuan yang mengonsumsi obat ini jumlahnya dua kali lipat dibanding laki-laki.

Kebanyakan antidepresan modern (SSRI atau zoloft) bekerja dengan mengatur serotonin, zat kimia di otak yang memiliki peran penting dalam mengatur tidur.

Namun, pada kenyataannya, beberapa orang masih merasa lesu meski tidur cukup. Pengguna Zoloft sering melaporkan efek samping ini, kata Simpkins.

"Dengan SSRI, delapan hingga sepuluh jam pertama adalah waktu dimana obat tersebut bekerja dengan baik. Namun, jika efek samping kelelahan yang didapat, sebaiknya minum obat pada malam hari," ujar Nancy Simpkins, MD, internis bersertifikat yang khusus menangani kesehatan perempuan.

Jika efek kelelahan berlanjut terus, minta dokter mengganti jenis obat, seperti Paxil, Prozac, atau Lexapro.

(Baca: Puasa Sebagai Obat Antidepresan Alami)

2. Antihistamin

Obat penghilang alergi ini sering digunakan sebagai obat tidur karena memiliki efek penenang. Unisom, misalnya, berkerja dengan menghalangi histamin (penyebab gatal dan bersin). Namun, histamin menyebabkan rasa kantuk.

"Histamin mampu memblokir reaksi alergi, tetapi menyebabkan rasa kantuk." jelas Simpkins.

Urutan antihistamin dengan kadar penenang tinggi, di antaranya Allegra, Claritin, Zyrtec, Benadryl, dan Xyzal.


3. Obat tekanan darah

Menurut data CDC, satu dari tiga orang Amerika (sekitar 75 juta orang) menderita hipertensi. Beta blocker adalah salah satu obat yang biasa digunakan untuk menurunkan tekanan darah, namun banyak pasien yang mengeluh saat menggunakannya.

Beta blockers menghambat produksi adrenalin dan mengurangi debaran pada jantung. Namun, di sisi lain, hal ini menyebabkan lelah.

Menurunkan dosis beta bloker menyeimbangkan kadar adrenalin. Jika tidak, ACE inhibitor dapat dijadikan pilihan karena tidak menyebabkan kelelahan. Obat ini mampu melebarkan pembuluh darah sehingga oksigen yang masuk ke tubuh lebih banyak.

4. Obat anti-cemas

"Benzodiazepin adalah salah obat yang paling banyak diresepkan di dunia, dan menyebabkan kelelahan," ujar Simpkins.

Obat ini mengikat reseptor di otak dan melepaskan bahan kimia yang disebut GABA. Ketika GABA dilepaskan, maka ia akan memberi kode kepada otak untuk membuat tubuh rileks, sehingga mampu memberikan bantuan jangka pendek untuk seseorang yang sering mengalami kecemasan intens. Negatifnya, obat ini menyebabkan kantuk jika bekerja terlalu baik.

Xanax adalah penenang yang paling banyak mengandung benzodiazepin.

"Saya meresepkan xanax dosis kecil untuk pasien yang membutuhkan MRI tapi terlalu takut akan di mesin," katanya.

Obat anti cemas lainnya yang menyebabkan kantuk adalah Ativan. Dokter sering mresepkan obat ini untuk mereka yang sulit tidur.

Jika Anda ingin meredakan rasa cemas tanpa tambahan rasa kantuk, cobalah jenis  klonopin atau valium yang dibagi menjadi empat bagian.


Lihat Video: Konsumen Dituntut Lebih Cermat dalam Membeli Obat




(DEV)