Ini Alasan Mengapa Alergi yang Kambuh Sebabkan Kelelahan

Sri Yanti Nainggolan    •    Kamis, 17 May 2018 07:28 WIB
kesehatanalergi
Ini Alasan Mengapa Alergi yang Kambuh Sebabkan Kelelahan
Percaya atau tidak, banyak alergen dalam ruangan seperti tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan jamur yang cenderung menetap di kamar tidur. (Foto: Tutu/Unsplash.com)

Jakarta: Tak sedikit orang yang mengalami alergi musim, karena menghirup serbuk sari bunga. Akibatnya, gejala alergi seperti bersin, gatal, mata berair dan masalah pernapasan pun membuat tubuh menjadi cepat lelah. 

Dr Tania Elliott, seorang ahli alergi dan internis bersertifikat, mengatakan bahwa bahan kimia yang dikeluarkan oleh sel alergi dapat menyebabkan kelelahan. 

"Bahan tersebut juga menyebabkan penumpukan cairan dan peradangan di sinus yang dapat menyebabkan tekanan wajah, sakit kepala, dan kelelahan," jelas Elliott pada Sheknows.com. 

Namun, alasan utama mengapa alergi menyebabkan kelelahan cukup adalah karena kesulitan bernapas sehingga mengganggu tidur. 

"Kesulitan bernapas ini, terutama saat berbaring, disebabkan oleh saluran udara yang menyempit karena rongga hidung yang padat, akibat langsung dari reaksi peradangan karena paparan alergen," kata Elliott.

Rongga hidung yang padat tersebut dipicu oleh alergi luar dan dalam ruangan. 


(Tak sedikit orang yang mengalami alergi musim, karena menghirup serbuk sari bunga. Akibatnya, gejala alergi seperti bersin, gatal, mata berair dan masalah pernapasan pun membuat tubuh menjadi cepat lelah. Foto: Chole Si/Unsplash.com)

(Baca juga: Pentingnya Mengenali Gejala Alergi Pada Anak)

"Percaya atau tidak, banyak alergen dalam ruangan seperti tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan jamur yang cenderung menetap di kamar tidur," kata Elliott.

Elliott menyarankan untuk memindahkan semua bantal dekoratif dari tempat tidur dan mencuci seprai dengan menggunakan air panas setiap minggu. Ia juga menyarankan untuk menggunakan vakum setiap minggu untuk membersihkan karpet. 

"Ingat, pertama-tama hal pertama ketika melakukan pengobatan alergi, identifikasi dan hindari pemicu Anda," pungkasnya. 

Untuk mengobati alergi secara instan, Elliott menyarankan untuk menggunakan obat-obatan yang mengatasi alergi berbentuk tak kental. Ia menyarankan semprotan steroid hidung. 

"Semprotan ini bertindak secara lokal di tempat gejala alergi, saluran hidung, dan akan meminimalkan tersumbat, pembengkakan dan ingus meler sehingga membantu Anda bernapas lebih baik," jelasnya. 

"Saya lebih suka obat-obatan yang bekerja secara lokal dibandingkan sistemik, yang terjadi ketika Anda minum pil." 

Ia mengingatkankan, penyemprotan steroid hidung seperti Flonase membutuhkan setidaknya lima hari untuk diterapkan, jadi perlu digunakan secara teratur.


(TIN)