Durasi Puasa Lebih Lama Tingkatkan Kesehatan

Sri Yanti Nainggolan    •    Sabtu, 08 Sep 2018 17:30 WIB
kesehatan
Durasi Puasa Lebih Lama Tingkatkan Kesehatan
Durasi Puasa Lebih Lama Tingkatkan Kesehatan (Foto: shutterstock)

Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa waktu puasa lebih lama setiap hari atau meningkatkan durasi antara waktu makan membuat lebih sehat dan membantu hidup lebih lama, dibandingkan dengan mereka yang frekuensi makannya lebih rendah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism tersebut membagi 292 tikus jantan menjadi dua kelompok diet. Kelompok pertama memiliki akses ke makanan sepanjang waktu. Kelompok kedua diberi 30 persen kalori lebih rendah setiap hari daripada kelompok pertama.

Kelompok ketiga juga diciptakan dimana mereka diberikan makanan dengan tambahan jumlah kalori tertentu sepanjang waktu.

Pada akhir penelitian, tikus jantan yang diberi makan dan kalori terbatas menunjukkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan termasuk dalam hal kerusakan yang berkaitan dengan usia seperti hati dan organ lainnya.

Kelompok tersebut juga lebih lama hidup. Sementara, kelompok yang dibatasi kalori mengalami peningkatan yang signifikan dalam kadar glukosa dan insulin puasa juga.

"Meningkatkan waktu puasa setiap hari, tanpa pengurangan kalori dan terlepas dari jenis diet yang dikonsumsi, menghasilkan perbaikan menyeluruh dalam kesehatan dan kelangsungan hidup pada tikus jantan," kata penulis utama Rafael de Cabo, dari Institut Kesehatan Nasional (NIH) di Amerika Serikat.

"Periode puasa harian yang diperpanjang ini memungkinkan perbaikan dan mekanisme pemeliharaan yang akan absen dalam paparan makanan," tambah de Cabo dalam penelitian.


(ELG)