Mengenal Jerawat pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Torie Natalova    •    Selasa, 08 Jan 2019 11:28 WIB
bayijerawat
Mengenal Jerawat pada Bayi dan Cara Mengatasinya
Ada beberapa jerawat yang menghinggapi kulit bayi (Foto Ilustrasi: Omar Lopez/Unsplash.com)

Jakarta: Munculnya jerawat bayi seringkali tidak terduga. Kulit bayi umumnya sangat sensitif dan dipengaruhi oleh hormon kelahiran, yang tidak hanya memengaruhi ibu.

Menurut dokter anak dan kulit Tsippora Shainhouse, ada beberapa jenis jerawat bayi. Salah satunya jerawat neonatal. Biasanya jerawat ini muncul antara dua hingga enam minggu dan baru akan sembuh dalam tiga sampai enam bulan.

Sementara jerawat infantil berkembang tiga sampai enam bulan. Orang tua yang mengetahui perbedaannya dapat bereaksi terhadap jerawat tersebut dengan tepat.

Jerawat neonatal sendiri ada dua jenis. Yang pertama muncul sebagai benjolan merah muda dan terkadang jerawat kecil di kulit kepala, dahi, pipi dan dagu. Ini disebabkan oleh ragi pada kulit dan dapat diatasi dengan mencuci menggunakan sabun atau memakai krim anti ragi topikal.

Jenis jerawat neonatal kedua adalah jerawat sejati. Ini biasanya muncul sebagai komedo folikel, benjolan merah muda, jerawat dengan nanah atau jerawat yang membesar. Jenis jerawat ini berhubungan dengan androgen berlebih yang biasanya berasal dari ibu.

Pada kasus yang parah, jerawat dapat menyebabkan jaringan parut permanen dan harus ditangani dengan obat oral. Obat yang dijual bebas dengan bahan seperti asam salisilat atau benzoil peroksida biasanya efektif menangani kasus jerawat yang lebih ringan.

Sangat normal bagi bayi memiliki masalah atau aktivitas hormonal setelah lahir karena hormon berasal dari ayah dan ibu. Jerawat infantil biasanya sembuh pada usia dua tahun, tetapi dapat bertahan hingga remaja.

Cerdas Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil



(FIR)