Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Gula?

Raka Lestari    •    Selasa, 13 Nov 2018 14:13 WIB
alergi
Apakah Seseorang Bisa Mengalami Alergi Gula?
Intoleransi makanan atau biasa disebut sensitif terhadap suatu makanan berarti bahwa tubuh Anda tidak dapat mencerna makanan dengan benar. (Foto: Fotografierende/Unsplash.com)

Jakarta: Ada banyak alasan mengapa seseorang menyukai makanan manis. Beberapa alasannya selain rasanya yang enak, makanan manis juga dapat membuat bahagia.

Tetapi bahkan konsumsi gula dalam jumlah yang rendah dapat berdampak pada kesehatan, memicu rasa kembung yang dialami setelah mengonsumsi gula, meningkatkan kandungan gas di perut, atau bahkan diare.

Selain berdampak pada kesehatan, salah satu hal yang mungkin pernah Anda dengar adalah alergi gula.

Namun apakah alergi gula bisa terjadi pada seseorang? "Alergi gula sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat langka," kata Cynthia Sass, RD, dikutip dari Health.

Kebanyakan orang yang mengalami gejala yang tidak diinginkan setelah makan gula, sebenarnya karena intoleransi terhadap gula.

Lalu apa perbedaan antara alergi makanan dengan intoleransi makanan? "Ketika Anda mengalami alergi makanan, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan infeksi, melihat makanan sebagai penyerang," jelas Sass.


(Kebanyakan orang yang mengalami gejala yang tidak diinginkan setelah makan gula, sebenarnya karena intoleransi terhadap gula. Foto: Thibault Penin/Unsplash.com)

(Baca juga: Hal-hal yang Bisa Mengurangi Pemicu Alergi)

"Inilah yang menyebabkan respons imun yang sama seperti zat kimia seperti histamin dilepaskan yang dapat memicu beberapa gejala seperti masalah pernapasan, sakit dan bengkak pada tenggorokan, batuk, dan gatal-gatal."

Sedangkan intoleransi makanan atau biasa disebut sensitif terhadap suatu makanan berarti bahwa tubuh Anda tidak dapat mencerna makanan dengan benar, dan akibatnya itu mengganggu sistem pencernan Anda yang biasanya dapat menyebabkan pendarahan gastrointestinal (GI), tambah Sass.

Jenis lain intoleransi gula ada hubungannya dengan gula alami dalam susu. "Intoleransi laktosa juga merupakan jenis intoleransi gula," kata Brooke Alpert, RD, pendiri New York City nutrition practice B Nutritious.

"Ini berasal dari kekurangan enzim laktase yang memecah gula laktosa dalam susu dan produk susu ketika Anda memakannya."

Tanpa laktase, gula tidak dapat dicerna, dan makanan bergerak ke usus besar bukannya diproses dan diserap oleh usus. Sehingga perut akan terasa sakit, kembung, dan mangandung banyak gas.




(TIN)